JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta penyelidikan terhadap rangkaian serangan di Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, yang menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai ratusan lainnya dalam dua hari.
Menurut Antara, disitat Selasa, 13 Oktober yang mengutip Sputnik, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk menyatakan keprihatinan atas serangan berulang kelompok Houthi terhadap bandara-bandara di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.
“Saya sangat prihatin atas serangan berulang yang dilakukan kelompok Houthi terhadap bandara-bandara di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir, yang telah menewaskan dan melukai puluhan warga Arab Saudi dan warga negara asing, khususnya serangan mengerikan kemarin terhadap bandara utama Riyadh,” kata Turk, Senin, 12 Oktober.
Kepala Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia itu menegaskan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil dilarang berdasarkan hukum humaniter internasional.
Ia meminta seluruh dugaan pelanggaran dalam konflik tersebut diselidiki, tidak hanya serangan yang terjadi di Riyadh.
“Serangan-serangan ini dan dugaan pelanggaran lainnya oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik ini harus diselidiki, dan pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.
Turk juga meminta semua pihak meredakan ketegangan dan melindungi warga sipil sesuai prinsip pembedaan dan proporsionalitas dalam hukum humaniter internasional.
“Saya menyerukan kepada mereka untuk meredakan ketegangan dan mencegah bencana lebih lanjut,” katanya.
Bandara Internasional Riyadh dilaporkan beberapa kali menjadi sasaran serangan dalam beberapa hari terakhir.
Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi menyatakan serangan pada 10 Oktober menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya.
Sehari kemudian, serangan kembali terjadi dan menewaskan satu orang serta melukai 11 lainnya. Dua terminal penumpang terkena serangan dan kebakaran sempat terjadi.
Dengan demikian, dua serangan pada 10 dan 11 Oktober menewaskan total 13 orang dan melukai 320 lainnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
