JAKARTA – TNI Angkatan Laut tengah mengkaji pembentukan Batalyon Sniper untuk memperkuat kemampuan tempur Korps Marinir. Rencana itu dibahas bersamaan dengan kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan atau alutsista dan penguatan organisasi Marinir di sejumlah wilayah.
Pembahasan dilakukan Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali bersama Panglima Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi dalam rapat internal TNI AL melalui konferensi video, Senin, 12 Oktober.
Pangkormar mengikuti rapat bersama sejumlah pejabat Korps Marinir dari Markas Komando Pusat Latihan Pertempuran 4 Marinir Purboyo, Malang Selatan.
“Dibahas kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan rencana pembentukan Batalyon Sniper,” demikian keterangan Korps Marinir, dikutip dari Antara, Selasa, 13 Oktober.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari persiapan peningkatan kemampuan tempur Korps Marinir.
Selain Batalyon Sniper, TNI AL juga membahas rencana penambahan satuan Brigade Infanteri Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia.
“Pembahasan juga mencakup rencana validasi organisasi melalui penambahan satuan Brigade Infanteri (Brigif) Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia untuk memperkuat postur pertahanan,” tulis Korps Marinir.
Namun, rencana pembentukan Batalyon Sniper itu masih berada pada tahap kajian. Korps Marinir belum memerinci struktur satuan, tahapan pembentukan, maupun lokasi penempatannya.
Jumlah dan jenis alutsista yang dibutuhkan juga belum dijelaskan.
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana mengatakan pembahasan mengenai Batalyon Sniper belum dapat disampaikan lebih jauh.
“Itu masih dalam proses kajian kami,” kata Rana.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
