SAMBAS, MEDIA KALBAR – Pengawasan peredaran narkotika di perbatasan Kabupaten Sambas menghadapi tantangan jalur laut dan jalan tikus serta keterbatasan jaringan telekomunikasi. Minimnya akses komunikasi di sejumlah kawasan menghambat pemantauan petugas di lapangan.
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sambas, Abdul Mutholib, S.H., mengatakan jalur masuk narkotika yang menjadi perhatian mencakup jalur laut dan jalur darat melalui kawasan hutan serta jalan tidak resmi.
Dalam penangkapan yang dibahas pada wawancara, Abdul Mutholib menyebut pengiriman dilakukan melalui jalur laut, melewati Pelabuhan Sematan dan kawasan Tanjung Datu menggunakan speedboat.
Sementara itu, sejumlah jalan tikus telah diketahui melalui kerja informan dan pengungkapan kasus. Jalur tersebut turut menjadi perhatian dalam pengawasan wilayah perbatasan.
Menurut Abdul Mutholib, keterbatasan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu kendala pemantauan. Petugas menghadapi kesulitan komunikasi saat mengawasi kawasan yang tidak terjangkau jaringan.
Di tengah kendala tersebut, BNNK Sambas terus berkolaborasi dengan Polres Sambas dalam pengungkapan dugaan jaringan narkotika internasional. Kerja sama juga membantu penindakan karena personel BNN terbatas.
Untuk pintu masuk resmi, BNN berupaya menempatkan personel di pos lintas batas guna memantau arus orang dan barang. Komunikasi turut dibangun dengan unsur pengamanan perbatasan dan imigrasi.
Abdul Mutholib menyebut Sambas dimanfaatkan sebagai wilayah lintasan peredaran narkotika menuju daerah lain. Karena itu, pihaknya berupaya memutus jaringan yang melewati wilayah perbatasan tersebut.
Ia juga mengajak masyarakat memberikan informasi sekecil apa pun mengenai dugaan peredaran narkotika. Dukungan warga diharapkan membantu pengungkapan kasus dan melindungi masyarakat dari penyalahgunaan narkoba.(Rai)
