Tersingkir Cepat di Shanghai, Djokovic Alihkan Fokus ke Paris Masters


JAKARTA – Novak Djokovic mengalihkan fokus ke Paris Masters setelah langkahnya di Shanghai Masters 2026 terhenti lebih awal. Petenis Serbia itu kalah 4-6, 3-6 dari Hubert Hurkacz pada babak kedua, Jumat, 9 Oktober.

Menurut Antara, disitat Sabtu, 10 Oktober yang mengutip ATP, hasil tersebut datang hanya beberapa hari setelah Djokovic meraih gelar ke-102 sepanjang kariernya dengan menjuarai ATP 500 China Open di Beijing, Selasa, 6 Oktober.

“Beijing berjalan luar biasa, sedangkan di sini saya tersingkir sangat awal, tetapi tidak masalah. Saya menjalani pekan yang hebat di Beijing dan ingin beristirahat sejenak sebelum bersiap menghadapi turnamen lapangan keras dalam ruangan,” kata Djokovic.

Djokovic mengakui servis Hurkacz menjadi masalah utama. Menurut Djokovic, kehilangan servis satu kali pada setiap set sudah cukup membuat peluangnya runtuh.

“Jika kehilangan servis, itu sudah cukup untuk membuat Anda kalah dalam pertandingan, satu kali pada setiap set, dan itulah yang terjadi. Sangat sulit mengembalikan servisnya, hampir mustahil,” ujarnya.

Hurkacz kembali tampil di Shanghai untuk pertama kali sejak menjuarai turnamen tersebut pada 2023. Djokovic menilai menghadapi pemain dengan servis sekuat Hurkacz pada laga pertamanya di Shanghai menjadi tantangan berat.

Setelah tersingkir, Djokovic memilih mengurangi jadwal pertandingan menjelang akhir musim. Ia berencana hanya tampil di Paris Masters yang berlangsung 2-8 November sebelum melihat peluang lolos ke ATP Finals.

“Saya ingin tampil di Nitto ATP Finals. Saya berencana hanya bermain di Paris, jadi kita lihat saja. Semoga saya bisa mendapatkan hasil yang bagus di sana,” kata Djokovic.

Sepanjang musim 2026, Djokovic mencatat 19 kemenangan dan tujuh kekalahan berdasarkan indeks menang-kalah ATP.

Selain meraih gelar China Open, petenis berusia 39 tahun itu juga mencapai final Australian Open pada Februari setelah menyingkirkan Jannik Sinner di semifinal.

Djokovic sendiri punya catatan kuat di Shanghai Masters. Ia sudah empat kali menjadi juara dan termasuk salah satu petenis tersukses dalam sejarah turnamen tersebut.

Kini, Paris Masters menjadi satu-satunya turnamen yang masuk rencananya sebelum keputusan tampil di ATP Finals ditentukan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *