JAKARTA – Danantara meminta PT Industri Kereta Api atau INKA bertransformasi jika ingin menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan kereta dalam negeri. Dorongan itu muncul di tengah rencana PT Kereta Api Indonesia mengimpor 23 trainset KRL bekas dari Jepang untuk menambah armada Jabodetabek.
Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengatur BUMN Dony Oskaria mengatakan kualitas produksi dalam negeri harus ikut dibenahi jika Indonesia ingin memperkuat industrialisasi sektor perkeretaapian.
“Kita harus juga melihat bahwa tadi dalam rangka menuju industrialisasi, INKA juga harus bertransformasi. Tidak bisa dengan kualitas yang tidak baik ya, tidak bisa,” kata Dony di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 8 Oktober.
Ia mengaku telah memanggil direksi INKA untuk membahas kebutuhan transformasi tersebut.
“Seluruh perusahaan pemerintahan harus bertransformasi, tidak bisa lagi mereka eksis dengan kondisi seperti hari ini. Karena itu, INKA-nya harus bertransformasi,” ujarnya.
Pernyataan itu berkaitan dengan kebutuhan tambahan armada KRL Jabodetabek. Selain mempertimbangkan produksi dalam negeri melalui INKA, KAI juga mengajukan impor KRL bekas dari Jepang.
Dony mengatakan akan bertemu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi untuk membahas rencana impor tersebut.
Danantara pada dasarnya mendukung upaya KAI mempercepat penambahan armada karena berkaitan langsung dengan kebutuhan transportasi masyarakat.
“Pada dasarnya, tentu kita mendukung apa pun yang dibutuhkan dalam langkah percepatan transportasi kita,” kata Dony.
Menurut Dony, perbaikan transportasi publik juga dapat menekan polusi udara dan konsumsi bahan bakar minyak.
Danantara selanjutnya akan membahas kebutuhan armada bersama KAI untuk melihat jumlah yang benar-benar diperlukan.
“Pada dasarnya kami tentu sangat mendukung, tinggal nanti kita bisa bertemu dengan Direktur Utama PT KAI, berapa banyak yang dibutuhkan oleh KAI untuk memenuhi kebutuhan daripada masyarakat kita,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan kepada Komisi VI DPR RI bahwa perseroan membutuhkan tambahan 23 trainset untuk operasional KRL Jabodetabek. Usulan pengadaan KRL bekas dari Jepang telah mendapat persetujuan komisi tersebut.
Kebutuhan itu terdiri atas tujuh trainset dengan formasi 12 kereta dan 16 trainset dengan formasi delapan kereta.
Tambahan armada dibutuhkan seiring meningkatnya jumlah pengguna KRL Jabodetabek.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
