JAKARTA — Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrastruktur) mencatatkan sejarah sebagai kementerian koordinator pertama yang melaksanakan Ekspose Manajemen Talenta di Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Menteri Koordinator Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hadir langsung di Kantor Pusat BKN, Jakarta, bersama 27 pejabat utama, mulai dari pimpinan tinggi madya, pratama, hingga staf khusus. Kehadiran ini menegaskan komitmen tinggi AHY sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam membangun sistem meritokrasi yang transparan dan akuntabel.
Bangun “Infrastruktur Manusia” yang Kompeten dan Berintegritas
Dalam paparannya, AHY menekankan bahwa keberhasilan tata kelola pemerintahan dan eksekusi program tidak boleh diserahkan pada keberuntungan belaka, melainkan harus dirancang melalui strategi SDM yang matang.
“Keberhasilan organisasi pemerintahan tidak dapat hanya mengandalkan keberuntungan, tetapi membutuhkan strategi serta kesiapan sumber daya manusia. Luck is not a strategy,” tegas AHY saat ekspose di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Selasa, 6 Oktober.
AHY menambahkan bahwa pembangunan sektor publik tidak cukup hanya berfokus pada fisik semata. Keberhasilan pengorkestrasian berbagai sektor di bawah Kemenko Infrastruktur membutuhkan “infrastruktur manusia” yang adaptif dan berintegritas.
“Manajemen Talenta bukan sekadar instrumen promosi dan mutasi pegawai, melainkan sarana membangun kapasitas institusi. ASN dengan kapasitas dan kinerja terbaik harus memperoleh ruang untuk berkembang dan berkontribusi lebih besar,” lanjutnya.
BKN Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Kinerja
Kepala BKN, Prof. Zudan, menyambut baik langkah proaktif Kemenko Infrastruktur. Ia menggarisbawahi pentingnya peran BKN sebagai coach bagi seluruh instansi pemerintah agar sekitar 6,7 juta ASN di Indonesia mampu mengeksekusi kebijakan pimpinan secara cepat dan efisien.
“BKN menyiapkan para ASN, dari harapan CEO sampai bupati dan wali kota. BKN harus menjadi coach agar ASN bisa cepat mengeksekusi program-programnya,” ujar Prof. Zudan.
Prof. Zudan mendorong agar pengelolaan ASN bertransformasi penuh dari pendekatan administratif menuju manajemen SDM strategis berbasis kompetensi, kinerja, serta kebutuhan organisasi nyata.
Implemetasi Konkret: Asesmen dan Integrasi Digital SIMATA
Komitmen Kemenko Infrastruktur dalam menerapkan sistem merit telah dibuktikan melalui sejumlah langkah terukur pada instansinya:
- Asesmen Pegawai: Sebanyak 315 dari total 407 ASN di lingkungan Kemenko Infrastruktur (sekitar 77% total pegawai, di mana 92% di antaranya merupakan pejabat fungsional dan pelaksana) telah selesai mengikuti asesmen.
- Pemetaan Talenta: Telah mendalami profil calon suksesor serta melakukan simulasi pengisian Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA).
- Digitalisasi Data: Memanfaatkan aplikasi e-Kinerja BKN dan membangun sistem penyimpanan data digital terintegrasi.
Menutup kegiatan ekspose, AHY menyampaikan apresiasinya atas pendampingan berkelanjutan dari BKN guna mewujudkan birokrasi masa depan yang tidak lagi bekerja secara terisolasi (silo-based).
“The future of government is not silo-based. It is collaborative, agile, adaptive, and talent-driven. Kompetensi dan integritas menjadi kompas moral bagi kami,” pungkas AHY.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
