Toyota Bantah Rumor Pangkas Harga dan Tinggalkan Pasar China


JAKARTA – Toyota membantah laporan yang menyebut perusahaan memangkas harga kendaraan di China dan berencana meninggalkan pasar otomotif terbesar tersebut. Bantahan itu disampaikan FAW Toyota, perusahaan patungan Toyota dan FAW Group di China.

FAW Toyota menyatakan rumor mengenai kemungkinan perusahaan keluar sepenuhnya dari pasar China dan melakukan pemangkasan harga untuk menghabiskan persediaan merupakan informasi palsu yang beredar di sejumlah platform daring.

“Menanggapi pernyataan palsu yang beredar di platform daring tertentu, seperti klaim bahwa FAW Toyota mungkin sepenuhnya keluar dari pasar dan Toyota memangkas harga, perusahaan kami berhak mengambil tindakan hukum,” kata FAW Toyota dalam pernyataannya pada Senin malam.

Perusahaan patungan tersebut juga menegaskan rencana produksi, penjualan, serta pengembangan lanjutan seluruh model berjalan sesuai jadwal.

“Produksi, penjualan, dan rencana pengembangan lanjutan untuk seluruh model berjalan lancar sesuai jadwal,” ujar FAW Toyota.

FAW Toyota mengatakan ke depan perusahaan akan memanfaatkan sumber daya dan teknologi yang lebih luas dari grup untuk mengembangkan kendaraan-kendaraan baru.

Toyota memasarkan kendaraan di China melalui dua perusahaan patungan, yakni FAW Toyota dan GAC Toyota. Kedua perusahaan tersebut memproduksi dan menjual sejumlah model Toyota, termasuk Corolla, RAV4, dan Avalon, serta kendaraan listrik seperti bZ3 dan bZ5.

Rumor mengenai masa depan FAW Toyota muncul setelah GAC Group pada 28 September mengumumkan rencana mengambil alih 50 persen saham FAW Toyota. Rencana tersebut mencakup penerbitan saham A baru dengan harga 5,75 yuan per saham.

Dalam kesepakatan tersebut, GAC menyatakan FAW Group akan menjadi pemegang saham terbesar kedua di GAC. Namun, sejumlah rincian transaksi masih akan ditentukan setelah proses audit dan penilaian perusahaan selesai.

FAW Toyota didirikan pada 2000 sebagai perusahaan patungan FAW Group dan Toyota dengan kepemilikan masing-masing 50 persen. Perusahaan itu awalnya bernama Tianjin FAW Toyota Motor Co sebelum berganti nama menjadi FAW Toyota pada 2003.

Setelah transaksi diselesaikan, GAC Group akan mengambil alih 50 persen saham milik FAW, sementara Toyota tetap mempertahankan 50 persen saham lainnya. GAC menyatakan transaksi tersebut tidak akan mengubah pihak pengendali perusahaan.

Langkah restrukturisasi itu dipandang sebagai bagian dari upaya Toyota memperbaiki kinerja penjualan mereknya di China sekaligus merampingkan operasional.

Penjualan Toyota di China memang menghadapi tekanan. Pada Agustus, penjualan Toyota turun 22,8 persen secara tahunan dan menjadi penurunan selama tujuh bulan berturut-turut.

Penurunan tersebut terjadi di tengah lemahnya permintaan terhadap kendaraan bermesin bensin dan model hibrida, sementara harga bahan bakar terus meningkat.

Meski menghadapi tekanan penjualan, FAW Toyota menegaskan bahwa aktivitas produksi, penjualan, serta pengembangan model tetap berjalan sesuai rencana dan membantah kabar mengenai rencana keluar dari pasar China.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *