YOGYAKARTA – Banyak orang sering mengaitkan umur panjang atau longevity dengan faktor keturunan. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang berumur panjang, Anda memiliki peluang lebih besar untuk mengalami hal serupa. Namun genetik bukan satu-satunya faktor yang menentukan berapa lama kita hidup.
Gaya hidup sehari-hari juga berperan besar dalam menentukan usia seseorang. Pola makan, aktivitas fisik, hingga tidur dapat memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang. Karena itu, longevity sebenarnya juga berkaitan dengan bagaimana seseorang menjaga kualitas hidupnya.
Apa Itu Longevity?
Dilansir dari Harvard Health, longevity sederhananya merujuk pada umur panjang atau lamanya hidup seseorang. Konsep ini semakin banyak dibicarakan seiring meningkatnya harapan hidup dan berkembangnya pengetahuan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi proses penuaan.
Namun perlu diingat, longevity bukan sekadar upaya untuk memperpanjang masa hidup. Umur panjang tentu hanya akan berarti jika seseorang dapat menjalani dan menikmati hidupnya dengan kondisi tubuh yang sehat. Apa artinya hidup sampai usia 70 atau 80 tahun jika tidak bisa aktif, produktif, dan mampu melakukan berbagai hal yang disukai.
Tidak bisa dipungkiri, genetik memang memang turut menentukan panjang pendeknya hidup seseorang, namun ini bukan satu-satunya penentu. Para ahli memperkirakan sekitar 25 persen variasi rentang hidup manusia berkaitan dengan faktor genetik, sisanya dipengaruhi berbagai faktor lain, terutama gaya hidup.
Salah satu faktor penting adalah makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Pola makan sehat membantu menyediakan energi, mendukung kerja sel imun, dan membantu tubuh melindungi dan memperbaiki sel yang mengalami kerusakan. Sebaliknya, terlalu banyak gula, lemak tidak sehat, dan makanan olahan akan membuat tubuh lebih rentan terhadap peradangan dan berbagai penyakit kronis.
Salah satu pola makan yang banyak dikaitkan dengan umur panjang adalah pola makan berbasis tumbuhan. Pola makan ini mengutamakan buah, sayuran, kacang-kacangan, dan mengurangi konsumsi makanan yang telah melewati banyak proses pengolahan. Bahan pangan nabati juga menyediakan berbagai antioksidan, seperti beta karoten, likopen, serta vitamin A, C, dan E yang membantu melindungi sel.
Namun bukan berarti Anda sepenuhnya berhenti makan daging atau menjadi vegetarian. Prinsip utamanya adalah menjadikan makanan nabati yang minim proses sebagai bagian besar dari menu harian Anda. Pola makan Mediterania, misalnya, banyak mengandalkan sayuran, buah, kacang, serealia utuh, legum, dan ikan serta membatasi daging merah dan daging olahan.
Kebiasaan yang Dapat Mendukung Longevity
Selain makanan, berbagai kebiasaan sehari-hari juga ikut menentukan bagaimana kondisi tubuh ketika usia bertambah. Dilansir dari laman yang sama, berikut beberapa kebiasaan yang dapat mendukung longevity.
- Tetap aktif bergerak
Aktivitas fisik sangat penting untuk mempertahankan fungsi tubuh seiring bertambahnya usia. Orang dewasa dianjurkan melakukan setidaknya 150 menit aktivitas intensitas sedang atau 75 menit aktivitas intensitas tinggi setiap minggu, atau kombinasi keduanya sesuai kemampuan dan kondisi tubuh.
Olahraga tidak selalu berarti pergi ke pusat kebugaran. Berjalan kaki, berkebun, membersihkan rumah, bersepeda, berenang, hingga latihan ringan juga dapat membuat tubuh aktif. Yang terpenting adalah membuat tubuh tetap bergerak dan mengurangi duduk seharian.
- Tidak merokok dan mengonsumsi alkohol
Kebiasaan lain yang tak kalah penting adalah tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol. Merokok dapat merusak fungsi paru-paru, kesehatan jantung, dan meningkatkan risiko kanker. Sementara alkohol dapat meningkatkan risiko kerusakan hati, kanker, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.
- Mendapatkan tidur yang cukup
Tidur bukan sekadar waktu untuk mengistirahatkan tubuh setelah beraktivitas sepanjang hari. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan kronis yang memengaruhi jantung, otak, hingga kekebalan tubuh. Orang dewasa umumnya disarankan tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam.
- Menjaga tubuh tetap terhidrasi
Memenuhi kebutuhan cairan merupakan kebiasaan yang juga berkaitan dengan kesehatan jangka panjang. Sebuah penelitian terhadap lebih dari 11.000 orang dewasa menemukan bahwa orang yang memiliki hidrasi baik cenderung lebih sehat dan mengalami lebih sedikit kondisi kronis. Karena itu, mencukupi kebutuhan cairan harian penting untuk menjaga tubuh tetap berfungsi dengan baik.
- Menjaga hubungan sosial
Hubungan dengan orang lain ternyata juga berkaitan dengan longevity. Sebuah penelitian terhadap sekitar 28.000 orang menemukan bahwa aktivitas sosial berkaitan dengan kelangsungan hidup yang lebih panjang. Menjaga komunikasi dengan keluarga, teman, maupun lingkungan sekitar dapat menjadi bagian dari kehidupan yang sehat.
- Berpikir positif
Cara seseorang melihat hidup juga berperan dalam longevity. Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara optimisme dengan umur yang lebih panjang pada perempuan dan kesehatan emosional yang lebih baik pada laki-laki lanjut usia. Temuan ini menunjukkan bahwa kesehatan psikologis tetap menjadi bagian penting menjaga hidup sehat.
Itulah pembahasan mengenai sejumlah hal yang perlu Anda ketahui soal longevity. Jadi, longevity tidak hanya soal umur panjang tetapi juga bagaimana kita bisa menjalaninya dengan tubuh yang sehat. Dengan menerapkan apa yang telah disebutkan di atas, kita tidak hanya berpeluang hidup panjang tetapi juga menjaga agar tahun-tahun itu dijalani dengan sehat dan berkualitas.
Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
