YOGYAKARTA – Penyebab anak sering mendengkur saat tidur ternyata beragam, tidak melulu berkaitan dengan obesitas. Ada berbagai kondisi lain yang dapat memicu dengkuran saat anak tidur. Artikel ini akan memberikan informasinya untuk Anda.
Penyebab Anak Sering Mendengkur
Dilansir dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mendengkur pada anak dikategorikan jadi dua kelompok berdasarkan kekerapannya, yakni occasional snoring dan habitual snoring. Dengkuran yang masuk occasional snoring berarti hanya terjadi sesekali atau kurang dari 3 kali per minggu. Sedangkan dengkuran yang masuk dalam habitual snoring adalah intensitasnya muncul setidaknya 3kali seminggu. Dengkuran yang masuk dalam habitual snoring bisa membawa anak mengalami obstructive sleep apnea syndrome (OSAS).
Secara umum dengkuran tidur pada anak bisa disebabkan karena beberapa hal, yakni sebagai berikut.
- Hidung tersumbat
Salah satu penyebab anak mendengkur yang cukup umum adalah hidung tersumbat. Pilek, flu, alergi, atau peradangan pada saluran pernapasan dapat membuat anak lebih sulit bernapas melalui hidung.
Ketika hidung tersumbat, anak dapat bernapas melalui mulut saat tidur. Kondisi tersebut dapat membuat suara dengkuran lebih mudah muncul. Jika dengkuran hanya muncul ketika anak sedang sakit dan menghilang setelah kondisinya membaik, penyebabnya kemungkinan berkaitan dengan gangguan pernapasan sementara.
- Pembesaran amandel dan adenoid
Dengkuran yang terjadi terus-menerus dapat berkaitan dengan pembesaran amandel atau adenoid. Adenoid merupakan jaringan yang berada di belakang hidung dan termasuk bagian dari sistem kekebalan tubuh. Ketika amandel atau adenoid membesar, ruang untuk aliran udara dapat menjadi lebih sempit. Akibatnya, anak dapat mendengkur saat tidur dan terkadang lebih sering bernapas melalui mulut.
Pada beberapa anak, pembesaran jaringan tersebut juga dapat menyebabkan tidur menjadi kurang nyenyak.
- Alergi dan peradangan pada saluran pernapasan
Alergi dapat menyebabkan hidung tersumbat atau berair sehingga aliran udara melalui hidung terganggu. Anak dengan alergi yang berlangsung lama dapat mengalami keluhan tersebut berulang kali. Paparan debu, tungau, bulu hewan, atau pemicu alergi lainnya dapat memperburuk sumbatan hidung pada anak yang sensitif.
Karena itu, memperhatikan kapan anak mulai mendengkur juga dapat membantu mengetahui apakah keluhan berkaitan dengan alergi atau kondisi tertentu.
- Posisi tidur
Posisi tidur tertentu dapat membuat saluran pernapasan lebih mudah menyempit. Akibatnya, suara dengkuran dapat terdengar lebih jelas pada posisi tertentu. Namun, jika anak tetap mendengkur hampir setiap malam dalam berbagai posisi tidur, orang tua sebaiknya tidak hanya menganggapnya sebagai akibat posisi tidur.
Itulah beberapa penyebab anak sering mendengkur. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
