BANJARMASIN – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) terus mendorong peningkatan kapasitas perempuan pengusaha agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IWAPI Nita Yudi mengatakan penguatan kemampuan digital menjadi salah satu fokus IWAPI dalam meningkatkan daya saing perempuan pengusaha, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Nita, salah satu upaya yang dilakukan IWAPI ialah membangun kemitraan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk melalui program Apple Academy Development.
“Kami dari pusat bekerja sama dengan Apple Academy Development, yaitu sebuah platform dari Apple Amerika yang bekerja sama dengan IWAPI agar ibu-ibu bisa melek digital,” kata Nita di Banjarbaru, Rabu.
Ia menjelaskan program tersebut dirancang dalam bentuk magang selama sembilan bulan. Peserta mengikuti kegiatan selama empat jam setiap hari untuk mendapatkan pengalaman sekaligus pembelajaran mengenai teknologi dan keterampilan digital.
Selain mendapatkan pengalaman dan pembelajaran, peserta juga memperoleh dukungan berupa pembayaran atau gaji sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP) selama mengikuti program.
Setelah menyelesaikan program, peserta akan mendapatkan perangkat pendukung teknologi berupa satu unit laptop MacBook dan iPhone dari Apple.
“Selain hadiah-hadiah tadi dan juga gaji, tentu ini membangkitkan semangat agar perempuan lebih melek digital,” ujarnya.
Digitalisasi Buka Peluang Pasar Lebih Luas
Nita menilai kemampuan digital menjadi kebutuhan penting bagi perempuan pengusaha di tengah dunia usaha yang semakin terbuka dan kompetitif.
Menurut dia, digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperluas pemasaran produk.
“Bagaimanapun kendala kita sampai hari ini adalah masalah digitalisasi. Karena semuanya sudah serba global, pemasaran pun serba global,” katanya.
Ia menegaskan perempuan pengusaha perlu terus mengikuti perkembangan teknologi agar mampu beradaptasi dengan perubahan pola bisnis dan pemasaran.
Kemampuan memanfaatkan teknologi, lanjut Nita, dapat membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Jadi kalau kita tidak bisa mengikuti masalah digitalisasi atau teknologi kekinian, maka kita akan tertinggal. Dan ini yang sangat tidak diharapkan oleh IWAPI,” ujarnya.
Karena itu, IWAPI terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat kapasitas para anggotanya.
Nita mengatakan kolaborasi dan sinergi menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan organisasi sekaligus meningkatkan daya saing perempuan pengusaha.
“Oleh sebab itu IWAPI terus mengetuk pintu kemitraan, kolaborasi sesuai dengan temanya, kolaborasi dan sinergi agar IWAPI terus bisa naik-naik,” katanya.
40 Ribu Perempuan Pengusaha Bergabung di IWAPI
Saat ini IWAPI memiliki anggota yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia dengan jumlah sekitar 40 ribu perempuan pengusaha.
Dari jumlah tersebut, sekitar 98 persen merupakan pelaku UMKM, sedangkan sekitar 2 persen lainnya berasal dari kategori usaha menengah dan besar.
Dengan komposisi tersebut, Nita mengatakan peningkatan kemampuan digital menjadi salah satu kebutuhan yang terus didorong IWAPI agar perempuan pengusaha, khususnya pelaku UMKM, mampu mengembangkan usaha dan memperluas jangkauan pasar.
Melalui penguatan kapasitas, kemitraan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, IWAPI berkomitmen mendorong perempuan pengusaha semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu memanfaatkan peluang yang muncul dari transformasi digital.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
