JAKARTA – Pemerintah belum memutuskan memasukkan program rehabilitasi narkoba ke dalam kurikulum pendidikan. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan pembahasan saat ini baru sebatas menyusun konsep.
Brian menyampaikan hal itu seusai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 29 September.
“Kita baru nyusun konsep dulu, belum sampai kurikulum,” kata Brian.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika ditanya apakah konsep pendidikan untuk rehabilitasi pengguna narkoba nantinya akan diterapkan melalui kurikulum.
Menurut Brian, pemerintah masih mengumpulkan berbagai pendekatan yang telah diterapkan perguruan tinggi, termasuk penggunaan teknologi serta metode rehabilitasi yang melibatkan bidang kedokteran dan psikologi.
Sejumlah kampus disebut telah memiliki pengalaman dalam menangani pengguna maupun pecandu narkoba.
Brian mengatakan pendekatan tersebut akan dirumuskan bersama agar proses rehabilitasi, terutama bagi remaja dan anak muda, tidak berhenti pada pemulihan.
“Jadi tidak hanya sembuh tetapi juga kemudian produktif,” ujarnya.
Ia juga menegaskan belum ada rencana menerbitkan peraturan menteri khusus terkait konsep tersebut.
Ketika ditanya apakah kebijakan akan dituangkan dalam peraturan menteri, Brian menjawab, “Oh, nggak, nggak sampai sana. Ini hanya kita susun aja.”
Pemerintah masih akan melihat bentuk paling tepat setelah konsep selesai dirumuskan.
Dalam kesempatan yang sama, Brian juga ditanya mengenai rencana pendidikan gratis. Ia mengatakan pembahasannya masih berlangsung.
“Oh, kita masih proses. Masih proses,” katanya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
