LUMAJANG – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tercatat mengalami erupsi sebanyak tujuh kali dengan tinggi letusan hingga 1 kilometer di atas puncak pada Rabu.
“Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.15 WIB dengan visual letusan tidak teramati, saat ini erupsi masih berlangsung,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Rabu.
Kemudian,Semeru erupsi kembali pada pukul 05.03 WIB dengan visual letusan tidak teramati dan pukul 05.21 WIB erupsi lagi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak.
Erupsi keempat terjadi pada pukul 05.52 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak, kemudian pukul 05.58 WIB erupsi kembali dengan tinggi kolom letusan teramati capai 1 kilometer di atas puncak.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 06.37 WIB dengan tinggi letusan 500 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara.
Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 174 detik.”Terjadi erupsi kembali pada pukul 08.02 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 km di atas puncak,” katanya.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 155 detik.
Liswanto menjelaskan saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi bahwa masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat juga tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” ujarnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
