JAKARTA – Tesla mengajukan paten untuk sistem sayap belakang aktif yang dapat tersembunyi rata dengan bodi dan menghasilkan downforce hingga 700 kilogram ketika bekerja pada kecepatan tinggi. Bentuk mobil dalam ilustrasi paten tersebut memiliki kemiripan dengan Tesla Roadster generasi baru yang dijadwalkan diperkenalkan Tesla pada 1 Oktober 2026 di Texas.
Dokumen paten tersebut diterbitkan Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat pada 24 September 2026 dengan nomor US 2026/0285418 A1. Paten berjudul “Deployable and Active Rear Wing Assembly with Safety Features” itu diajukan Tesla pada Agustus 2025 sebagai kelanjutan dari pengajuan sebelumnya pada Maret 2025 yang kini berstatus ditinggalkan.
Paten tersebut mencantumkan David Lemire dan James Michael Arthur Crook sebagai penemu. Sistem yang dijelaskan menggunakan dua bagian utama, yakni elemen sayap utama dan bilah kecil di bagian depan yang berada sekitar 3 hingga 15 milimeter di depannya.
Dalam mode jalan raya, elemen utama sayap berada rata dengan penutup bagasi. Bentuknya dirancang mengikuti permukaan bodi, sementara bilah kecil berada di bawah panel belakang. Dengan konfigurasi tersebut, sistem sayap tidak terlihat ketika dalam posisi tersimpan.
Ketika dibutuhkan, sayap dapat bergerak ke atas dan ke belakang menggunakan mekanisme empat batang penghubung. Tesla juga menjelaskan kemungkinan penggunaan rel linear dan sekrup penggerak dalam varian mekanisme lainnya.
Sistem tersebut dirancang untuk berpindah dari posisi tersimpan sepenuhnya ke posisi terbuka dalam waktu kurang dari tiga detik. Sudut sayap juga dapat diubah dalam waktu kurang dari seperempat detik.
Kemampuan aerodinamika menjadi bagian utama dari paten tersebut. Tesla menyebut sayap dapat menghasilkan nol kilogram gaya tekan ke bawah dalam mode DRS dan hingga 700 kilogram downforce dalam mode downforce tinggi pada kecepatan maksimum. Dokumen tersebut memberikan contoh pengoperasian pada kecepatan di atas 100 mil per jam atau sekitar 161 km/jam.
Paten juga mencantumkan perubahan karakter aerodinamika ketika sayap digunakan. Membuka sayap menambah hambatan sebesar 350 drag counts, yang setara dengan peningkatan koefisien hambatan udara sebesar 0,035.
Ketika sayap telah terbuka dan kemudian diputar ke posisi datar untuk mode DRS, hambatan tersebut dapat dikurangi sebesar 250 counts. Sistem tersebut memungkinkan karakter aerodinamika kendaraan disesuaikan antara kebutuhan berkendara di jalan raya dan penggunaan di lintasan.
Pengoperasian sayap dikendalikan oleh sistem elektronik yang dapat mempertimbangkan sejumlah parameter. Paten menyebut kecepatan kendaraan, akselerasi, sudut kemudi, input rem, lokasi GPS, serta data sensor sistem bantuan berkendara sebagai informasi yang dapat digunakan untuk menentukan posisi sayap.
Dalam kondisi tertentu, sistem dapat menempatkan sayap pada posisi lebih datar ketika kendaraan berada di lintasan lurus. Saat pengereman atau memasuki tikungan cepat, sayap dapat diputar menuju posisi dengan downforce lebih tinggi.
Paten juga menjelaskan kemungkinan sistem secara otomatis mengaktifkan mode lintasan ketika data GPS menunjukkan kendaraan telah tiba di sirkuit balap.
Tesla menggunakan aktuator yang tidak dapat bergerak balik akibat beban dari sayap. Dengan mekanisme tersebut, posisi sayap dapat dipertahankan ketika menerima beban aerodinamika tanpa harus terus menggunakan daya listrik.
Aspek keselamatan juga menjadi bagian dari desain. Tesla menyadari bahwa sayap yang memanjang jauh ke belakang kendaraan dapat menimbulkan risiko ketika kendaraan ditabrak dari belakang, termasuk kemungkinan melibatkan pesepeda atau pengendara sepeda motor.
Karena itu, sistem tersebut memiliki mekanisme perlindungan. Salah satunya menggunakan kait mekanis yang dapat terlepas ketika menerima gaya benturan di atas ambang tertentu. Setelah kait terlepas, sayap dapat terlipat ke belakang hingga bagian belakangnya tidak lagi menonjol melewati ujung belakang kendaraan.
Sistem kedua bersifat prediktif. Sensor kendaraan dapat mendeteksi potensi tabrakan dari belakang dan memerintahkan sayap untuk ditarik sebelum benturan terjadi. Sistem tersebut juga memperhitungkan perubahan stabilitas kendaraan yang dapat muncul akibat perubahan gaya aerodinamika secara mendadak.
Paten mencantumkan kamera, radar, dan lidar sebagai sensor yang dapat digunakan dalam sistem tersebut. Namun, keberadaan lidar dalam dokumen paten tidak dapat dianggap sebagai konfirmasi bahwa Tesla Roadster nantinya akan menggunakan perangkat tersebut.
Tesla sendiri tidak menyebut nama Roadster dalam dokumen paten. Namun, ilustrasi kendaraan pada dokumen menunjukkan mobil bergaya fastback rendah dengan konfigurasi 2+2 dan diffuser belakang berukuran besar yang memiliki kemiripan dengan desain Roadster generasi baru.
Paten pertama diajukan pada Maret 2025, setelah Elon Musk pada akhir 2024 mengatakan desain Roadster sudah mendekati tahap finalisasi. Tesla kemudian memberikan petunjuk mengenai kemungkinan perubahan desain yang lebih bergaya “Cyber” dibandingkan prototipe Roadster yang diperkenalkan pada 2017.
Paten tersebut juga menjadi paten aerodinamika kedua Tesla dalam sekitar satu tahun yang dikaitkan dengan Roadster baru. Sebelumnya, Tesla mengajukan paten mengenai saluran udara di bagian bawah kendaraan yang dirancang menghasilkan downforce sekaligus membantu mendinginkan baterai.
Meski demikian, keberadaan paten belum menjamin teknologi tersebut akan digunakan pada kendaraan produksi. Tesla mengajukan berbagai paten yang tidak selalu berakhir menjadi fitur produk komersial.
Karena itu, hubungan antara sayap belakang aktif dalam paten dan Tesla Roadster baru masih belum dikonfirmasi secara resmi. Kepastian mengenai penggunaan teknologi tersebut dapat diketahui ketika Tesla memperkenalkan Roadster generasi berikutnya pada 1 Oktober 2026.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
