JAKARTA – Gedung Putih meminta OpenAI dan Anthropic menahan akses terhadap model kecerdasan buatan (AI) baru bagi penguji di Inggris sampai model tersebut terlebih dahulu menjalani peninjauan oleh pemerintah Amerika Serikat. Permintaan itu dilaporkan muncul pada 24 September 2026 dan ditujukan kepada dua perusahaan AI asal AS tersebut.
Permintaan tersebut dilaporkan berasal dari Office of the National Cyber Director (ONCD), menurut laporan Politico. Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan langkah itu ditujukan untuk memastikan sistem AI buatan perusahaan Amerika telah diperiksa dari sisi keamanan sebelum dibagikan kepada mitra luar negeri.
Kebijakan tersebut berdampak pada hubungan kerja antara perusahaan AI Amerika dan AI Security Institute (AISI) Inggris. Lembaga yang sebelumnya dikenal sebagai UK AI Safety Institute itu melakukan pengujian terhadap model AI mutakhir, termasuk melalui akses sebelum model diluncurkan secara lebih luas.
Salah satu perubahan yang terlihat terjadi pada Anthropic. Perusahaan tersebut tidak memberikan akses awal kepada AISI untuk model Claude Mythos 5.1. Anthropic menyatakan model itu hanya tersedia bagi sejumlah organisasi di Amerika Serikat, menurut laporan yang dikutip dalam pemberitaan mengenai kebijakan tersebut.
Sementara itu, akses AISI terhadap model OpenAI menunjukkan situasi yang belum sepenuhnya berubah. Direktur AISI, Henry de Zoete, sebelumnya mengatakan lembaganya telah menguji GPT-6 Astra milik OpenAI sebelum model tersebut dirilis. Hal itu menunjukkan bahwa akses prapeluncuran terhadap model AI OpenAI oleh lembaga Inggris masih terjadi setidaknya untuk model tersebut.
OpenAI sendiri belum secara terbuka mengonfirmasi bahwa perusahaan telah menahan model tertentu dari AISI sebagai akibat permintaan Gedung Putih. Reuters juga melaporkan bahwa Gedung Putih, Anthropic, dan OpenAI tidak segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait laporan tersebut.
Pemerintah Inggris berupaya menekankan bahwa kerja sama dengan Amerika Serikat di bidang keamanan AI tetap berlangsung. Pemerintah Inggris menyatakan AISI terus bekerja sama dengan pemerintah AS, mitra internasional, serta perusahaan AI seperti OpenAI dan Anthropic.
Perkembangan ini terjadi ketika Inggris dan Amerika Serikat sama-sama meningkatkan kerja sama di bidang AI dan keamanan. Beberapa hari sebelumnya, Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, dijadwalkan mengumumkan kerja sama pertahanan AI dengan Amerika Serikat dalam rangkaian agenda Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kerja sama tersebut melibatkan Defence Rapid AI Delivery Taskforce Inggris dan Chief Digital and Artificial Intelligence Office di Departemen Perang AS. Keduanya akan bekerja sama dalam pengembangan teknologi AI untuk keamanan nasional dan perlindungan infrastruktur penting.
Di tengah kerja sama tersebut, akses terhadap model AI generasi terbaru menjadi salah satu isu dalam pengembangan standar keamanan. Perusahaan AI semakin banyak memberikan akses kepada pihak eksternal untuk menguji kemampuan dan risiko model sebelum atau setelah dirilis.
Perkembangan itu juga berlangsung ketika sejumlah perusahaan AI dan pemerintah meningkatkan perhatian terhadap kemampuan model yang semakin kompleks. Reuters melaporkan pada September 2026 bahwa para pemimpin perusahaan AI memiliki pandangan berbeda mengenai kecepatan pengembangan teknologi dan cara mengelola risikonya.
OpenAI sebelumnya juga menyerukan agar Amerika Serikat memimpin upaya internasional dalam menyusun standar teknis untuk AI tingkat lanjut. Perusahaan tersebut mendukung koordinasi standar dan pelaporan insiden untuk menghindari perbedaan aturan yang terlalu besar antarnegara.
Permintaan Gedung Putih terhadap OpenAI dan Anthropic kini menempatkan peninjauan pemerintah AS sebelum pengujian oleh lembaga Inggris sebagai bagian dari proses akses terhadap model baru, setidaknya berdasarkan laporan yang muncul pada September 2026. Namun, sejauh ini belum ada konfirmasi publik bahwa seluruh akses AISI terhadap model dari kedua perusahaan tersebut telah dihentikan.
Situasi tersebut juga memperlihatkan bahwa mekanisme pengujian keamanan AI semakin terkait dengan kebijakan nasional dan kerja sama internasional. Inggris dan Amerika Serikat tetap menjalankan kerja sama di bidang AI, sementara akses terhadap sejumlah model baru menjadi bagian dari proses peninjauan keamanan yang sedang berkembang.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
