Fadli Zon Siapkan Akses Pasar Internasional bagi Sastra Indonesia, Tiga Buku Raih Penghargaan KSK 2026


JAKARTA – Kementerian Kebudayaan berencana memperluas akses pasar internasional bagi karya sastra Indonesia. Upaya tersebut mencakup penerjemahan, promosi, pengelolaan hak cipta, hingga penguatan jejaring penerbit dan komunitas sastra di dalam maupun luar negeri.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan rencana itu saat menghadiri Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) 2026 di Graha Utama, Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Minggu, 27 September.

Menurut Fadli, pengembangan sastra tidak cukup berhenti pada pemberian penghargaan kepada penulis. Pemerintah ingin membangun ekosistem yang mencakup proses penciptaan karya, pembinaan penulis baru, penguatan komunitas dan festival, hingga pemasaran karya sastra.

“Penghargaan-penghargaan seperti ini sangat penting karena merupakan bagian dari apresiasi terhadap munculnya talenta-talenta baru, penulis-penulis baru,” kata Fadli.

Ia menilai karya sastra memiliki peran penting dalam merekam pengalaman manusia, termasuk kehidupan pribadi, emosi, dan perubahan sosial pada suatu masa.

Fadli mengatakan sastra merupakan salah satu objek pemajuan kebudayaan dan masuk dalam salah satu dari lima bidang Manajemen Talenta Nasional. Karena itu, Kementerian Kebudayaan menyiapkan pendekatan yang menghubungkan penulis, komunitas, festival, penerbit, dan pasar.

Pemerintah juga mengajak Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia serta para pelaku sastra berkolaborasi dalam program pengembangan yang telah disiapkan.

“Kita berharap ke depan lebih banyak keterlibatan dari pegiat sastra untuk mendukung dan berkontribusi bagi kemajuan sastra di Indonesia,” ujar Fadli.

Sementara itu, Ketua Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia Pratiwi Juliani mengatakan penghargaan sastra juga berfungsi mencatat perkembangan kesusastraan. Melalui karya para penulis, pembaca dapat melihat persoalan yang muncul dalam masyarakat dan cara manusia merespons perubahan zaman.

“Sastra yang baik tidak selalu memberikan jawaban. Sering kali, ia justru membuat kita mengajukan pertanyaan yang mampu melampaui suatu karya itu sendiri,” kata Pratiwi.

Pada KSK 2026, tiga buku terpilih sebagai pemenang dalam kategori berbeda. Novel Ikhtiar yang Tak Benar-Benar karya Nukila Amal, terbitan Kepustakaan Populer Gramedia, memenangi kategori Novel.

Kategori Kumpulan Cerita Pendek dimenangi Hantu Ulang-alik karya Ratri Ninditya, terbitan baNANA. Sementara itu, Nusantara, Amnesia karya Ari Pahala Hutabarat, terbitan Lampung Literature, meraih penghargaan kategori Kumpulan Puisi.

Ketiga pemenang telah diumumkan pada 23 Agustus 2026, sebelum rangkaian kegiatan KSK pada September.

Kusala Sastra Khatulistiwa bermula dari Khatulistiwa Literary Award yang digagas Richard Oh bersama Takeshi Ichiki pada 2001. Penghargaan ini menggunakan nama Kusala Sastra Khatulistiwa sejak 2014.

Setelah sempat terhenti, penghargaan tersebut kembali diselenggarakan pada 2025 oleh Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia. Penyelenggaraan tahun ini mendapat dukungan Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Astra, serta Falcon Pictures.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *