JAKARTA – Chevrolet Bolt EV 2026 kembali dengan sistem penggerak baru dan baterai berjenis lithium iron phosphate (LFP). Dalam pengujian selama sepekan sejauh 854,2 kilometer, mobil listrik tersebut mencatat efisiensi rata-rata 5,9 km/kWh, sementara kemampuan pengisian cepat menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian.
Pengujian dilakukan pada varian Chevrolet Bolt EV 2RS dengan rute yang mencakup jalan perkotaan, jalan berkelok, dan jalan bebas hambatan. Mobil tersebut memiliki klaim jarak tempuh 422 kilometer berdasarkan satu kali pengisian daya.
Dalam kondisi tertentu, jarak tempuh tersebut bahkan dapat terlampaui. Saat pengujian dilakukan pada cuaca cerah tanpa angin dan ditambah sekitar 30 kilometer berkendara dengan teknik hemat energi, Bolt EV mampu mencapai 437,9 kilometer dalam satu kali pengisian.
Secara keseluruhan, pengujian sepanjang 854,2 kilometer menghasilkan konsumsi energi rata-rata 5,9 km/kWh atau sekitar 169 Wh/km. Dengan baterai berkapasitas 65 kWh, hasil tersebut setara dengan jarak tempuh sekitar 383,5 kilometer dalam kondisi pengujian yang mencakup hujan deras, cuaca panas, dan angin.
Pada pengujian lain dalam kondisi cuaca yang lebih mendukung, konsumsi energi mencapai 6,4 km/kWh atau 156 Wh/km. Angka tersebut setara dengan jarak tempuh sekitar 416 kilometer.
Baterai LFP menjadi salah satu perubahan utama pada Chevrolet Bolt EV 2026. Kimia baterai tersebut dikenal memiliki daya tahan lebih panjang, meski kepadatan energinya lebih rendah dibandingkan beberapa jenis baterai lain.

Sistem penggeraknya juga mengalami perubahan. Penyaluran torsi pada awal akselerasi dibuat lebih bertahap sehingga mobil tidak langsung memberikan tenaga besar ketika pedal akselerator diinjak.
Karakter tersebut membuat Bolt EV 2026 lebih diarahkan untuk penggunaan perkotaan dan efisiensi. Namun, ketika mobil sudah melaju, tenaga penuh masih tersedia. Dalam kondisi permukaan jalan yang tidak rata, pengujian mencatat adanya gejala torque steer.
Sistem kelistrikan mobil menggunakan arsitektur sekitar 400 volt. Tegangan tertinggi yang tercatat dalam pengujian pengisian di rumah mencapai 385,1 volt.
Salah satu fitur yang dibawa Bolt EV 2026 adalah kemampuan vehicle-to-everything (V2X). Ketika dipasangkan dengan sistem GM Energy, baterai kendaraan dapat digunakan untuk memasok listrik ke rumah.
Penggunaan baterai LFP juga dinilai relevan dengan fungsi tersebut karena baterai dapat mengalami siklus penggunaan selain untuk menggerakkan kendaraan. Namun, mobil ini tidak menyediakan soket 120 volt 15 ampere.

Dari sisi pengisian cepat, hasil pengujian menunjukkan performa yang tidak selalu konsisten. Dalam pengujian pertama menggunakan pengisian DC, baterai dimulai dari kondisi 5 persen.
Mobil mencatat rata-rata daya 127,9 kW untuk kenaikan 11 persen pertama. Setelah itu, daya turun menjadi rata-rata 74,9 kW untuk 50 persen berikutnya sebelum sesi pengisian berhenti secara otomatis pada tingkat 66 persen.
Saat itu, daya pengisian telah turun hingga kurang dari 6 kW. Pengujian berlangsung dalam kondisi cuaca panas dengan penggunaan pendingin kabin yang cukup tinggi. Penulis memperkirakan temperatur baterai mungkin menjadi salah satu faktor, tetapi penyebab pastinya belum dapat dipastikan dari satu kejadian tersebut.
Pengujian kedua yang dilakukan dari tingkat pengisian 60 persen hingga 80 persen berlangsung lebih normal. Daya tercatat 81,6 kW pada 60 persen, kemudian turun menjadi 76,4 kW pada 70 persen dan 60,7 kW pada 80 persen.
Pengujian lain dari 2 persen hingga 100 persen memasukkan energi sebesar 67,39 kWh ke dalam baterai, sementara Chevrolet menyebut kapasitas yang dapat digunakan mencapai 65 kWh.
Data pengujian pengisian publik lain yang dikutip dalam ulasan tersebut menunjukkan Bolt EV 2026 dapat mengisi daya dari 10 persen hingga 80 persen dalam 33,3 menit. Daya puncak disebut mencapai 157 kW dengan rata-rata sekitar 86 kW.
Dengan klaim jarak tempuh 422 kilometer, pengisian selama 33 menit secara teoritis dapat menambah jarak hingga sekitar 295 kilometer. Untuk mencapai kemampuan pengisian terbaik, stasiun pengisian perlu mampu menyediakan lebih dari 410 ampere pada tegangan 385 volt.
Kemampuan tersebut merupakan peningkatan dibandingkan Bolt generasi sebelumnya yang hanya mampu mendapatkan sekitar 160 kilometer jarak tempuh dalam pengisian selama 30 menit. Namun, waktu pengisian Bolt EV 2026 masih berada pada tingkat yang sama dengan sejumlah kendaraan listrik GM lainnya.
Bolt EV 2026 juga menggunakan port NACS. Sistem GM Energy Pass yang diuji pada Tesla Supercharger dapat melakukan autentikasi dan memulai sesi pengisian secara otomatis tanpa aplikasi atau kartu tambahan.
Masuk ke kabin, Chevrolet membekali Bolt EV dengan dua layar terpisah. Layar instrumen pengemudi berukuran 11 inci, sedangkan layar tengah berukuran 11,3 inci.
Keduanya menggunakan sistem Google Built-In berbasis Android. Sistem tersebut menyediakan Google Maps, navigasi dengan perkiraan tingkat baterai saat tiba di tujuan, perencanaan pemberhentian pengisian, serta fitur prapengkondisian baterai.
Layar tengah juga memberikan akses ke sejumlah aplikasi melalui Play Store, termasuk YouTube dan Netflix. Beberapa tombol fisik untuk pengaturan pendingin udara tetap tersedia.
Namun, aspek kenyamanan kabin memiliki sejumlah keterbatasan. Kursi depan dinilai cukup sempit untuk perjalanan panjang, sementara ruang kepala di baris kedua terbatas bagi penumpang bertubuh tinggi.
Dalam pengujian, penulis yang memiliki tinggi 6 kaki 2 inci atau sekitar 188 sentimeter menyebut kepalanya menyentuh plafon ketika duduk di kursi belakang.
Dari sisi penyimpanan, Bolt EV tidak memiliki ruang bagasi depan atau frunk. Bagasi belakang dinilai cukup besar untuk kelasnya dan memiliki ruang penyimpanan tambahan di bawah lantai.
Material interior juga didominasi plastik keras. Sementara itu, pengisi daya nirkabel yang ditempatkan di atas salah satu ruang penyimpanan tengah mengurangi akses ke ruang di bawahnya.
Dalam hal pengendaraan, karakter Bolt EV 2026 lebih diarahkan sebagai kendaraan perkotaan. Respons pedal akselerator terasa memiliki jeda, sementara penyaluran torsi berlangsung secara bertahap.
Pedal rem juga membutuhkan adaptasi karena respons awalnya cukup sensitif. Sistem pengereman menggabungkan pengereman regeneratif dengan rem hidraulis.
Sistem penggerak satu pedal tersedia dan memiliki kemampuan regeneratif yang cukup kuat untuk digunakan dalam lalu lintas perkotaan tanpa sering menginjak pedal rem. Namun, mode tersebut dinonaktifkan ketika kendaraan dimasukkan ke posisi mundur dan fungsi creep kembali aktif.
Tingkat kebisingan kabin selama pengujian tercatat sekitar 68-69 desibel. Sementara itu, kualitas suara dari sistem pengeras suara dinilai menjadi salah satu aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Untuk sistem bantuan pengemudi, unit yang diuji tidak dilengkapi Super Cruise. Namun, sistem tersebut tersedia pada Bolt EV dan penulis menyebut pengalamannya pada kendaraan Chevrolet lain menunjukkan kemampuan mengemudi bebas genggam di jalan raya dan bantuan mengemudi dengan tangan tetap pada kondisi tertentu.
Super Cruise dapat menjaga kendaraan tetap berada di jalur dan, ketika fitur tersebut diaktifkan, melakukan perpindahan jalur untuk mendahului kendaraan yang lebih lambat. Sistem juga menggunakan pemantauan perhatian pengemudi.
Meski demikian, sistem tersebut memiliki keterbatasan, terutama ketika marka jalan tidak jelas. Pengemudi tetap harus mengambil alih dalam situasi tertentu sehingga teknologi tersebut tetap merupakan sistem bantuan pengemudi, bukan kemampuan mengemudi otonom.
Chevrolet Bolt EV 2026 juga dilengkapi sejumlah fitur keselamatan aktif pada seluruh trim, termasuk pengereman otomatis saat mundur, peringatan pesepeda dari samping, peringatan pejalan kaki di belakang, serta pengereman otomatis untuk pejalan kaki dan pesepeda di depan.
Pada saat ulasan tersebut ditulis, belum tersedia peringkat keselamatan dari IIHS untuk model 2026. Karena itu, penilaian keselamatan dari model sebelumnya tidak dapat dianggap sebagai hasil resmi untuk model terbaru.
Dari sisi harga, unit Bolt EV 2RS yang diuji tercatat memiliki harga 47.537,50 dolar Kanada atau sekitar 34.190 dolar AS. Dengan kurs Rp17.900 per dolar AS pada 22 September 2026, nilai 34.190 dolar AS setara sekitar Rp612,0 juta.
Ulasan tersebut juga menyebut harga Bolt EV dapat berubah melalui potongan harga pada periode tertentu. Namun, harga dan ketersediaan kendaraan dapat berbeda berdasarkan pasar dan waktu penjualan.
Secara keseluruhan, Chevrolet Bolt EV 2026 membawa sejumlah perubahan penting, terutama baterai LFP, sistem penggerak baru, port NACS, serta kemampuan V2X. Hasil pengujian menunjukkan mobil tersebut mampu memberikan jarak tempuh sesuai klaim dalam kondisi tertentu, tetapi pengalaman pengisian cepat dan sejumlah aspek kenyamanan serta pengendaraan masih menjadi perhatian dalam ulasan tersebut.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
