KAIRO – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai sekitar 200.000 pelajar Indonesia di luar negeri punya posisi penting dalam memperkuat diplomasi budaya. Hampir 20.000 di antaranya berada di Mesir.
Fadli menyampaikan hal itu saat berbicara dalam Simposium Internasional ke-18 Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia atau PPI Dunia di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir, Senin, 21 September.
Menurut Fadli, pelajar Indonesia di luar negeri tidak hanya membawa kepentingan akademik. Mereka juga memiliki akses terhadap pengetahuan, masyarakat setempat, hingga jaringan pendidikan dan kebudayaan yang sulit dibangun melalui jalur formal.
“Posisi pelajar sangat strategis. Pelajar adalah kurator narasi Indonesia, penghubung dan pembangun ekosistem, serta penggerak jejaring pendidikan dan kebudayaan,” kata Fadli.
Ia menyebut lima peran yang bisa dimainkan PPI, mulai dari penghubung pengetahuan dan institusi, penggerak pertukaran pengetahuan, penyumbang pemahaman budaya, hingga pembangun ekosistem.
Fadli juga mendorong kekayaan budaya tidak berhenti pada inventarisasi dan pelindungan. Menurut dia, aset budaya dapat dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan ekonomi dan memperluas pengaruh budaya Indonesia di luar negeri.
Ia menyebut nilai industri kreatif global mencapai 4,3 triliun dolar AS per tahun. Peluang itu dinilai dapat dimanfaatkan melalui ekosistem ekonomi budaya yang menghubungkan aset budaya, kreativitas, kekayaan intelektual, produksi, pembiayaan, distribusi, dan pasar.
“Inventarisasi, riset, dan pelindungan harus menjadi dasar untuk mengubah kekayaan budaya menjadi kapasitas produktif,” ujar Fadli.
Menurut Fadli, pelajar Indonesia di luar negeri juga dapat mengambil peran dengan memperkenalkan kebudayaan Nusantara sekaligus membangun jejaring yang membuka akses terhadap lembaga dan sumber daya di berbagai negara.
Simposium PPI Dunia 2026 mengangkat tema “Inventarisasi Budaya sebagai Instrumen Diplomasi, Revitalisasi Peradaban dan Identitas Bangsa”. Kegiatan tersebut diikuti delegasi dari 68 PPI negara.
Fadli meminta jaringan PPI memperkuat hubungan pengetahuan Indonesia dengan berbagai negara melalui kegiatan akademik, riset, karya, dan kolaborasi.
“Hadirkan Indonesia melalui kualitas akademik, integritas, riset, karya, kolaborasi, dan persahabatan,” katanya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
