JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet ingin hasil riset dan inovasi perguruan tinggi tidak berhenti di kampus. Teknologi itu akan didorong untuk mendukung swasembada pangan dan hilirisasi produk pertanian.
Alim menyampaikan hal tersebut usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Pertanian di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Oktober.
Mantan Rektor IPB itu mengatakan salah satu pekerjaan yang akan diembannya adalah membantu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjalankan program strategis pemerintah.
“Tentu saya diharapkan bisa membantu Bapak Menteri Pertanian, Bapak Amran, terutama untuk mewujudkan program strategis nasional terkait dengan swasembada pangan dan hilirisasi produk-produk pertanian,” kata Alim.
Latar belakangnya dari perguruan tinggi akan dibawa ke Kementerian Pertanian. Alim ingin hasil penelitian yang selama ini dikembangkan kampus lebih banyak diterapkan untuk mendukung produksi dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
“Karena saya berasal dari kalangan perguruan tinggi, tentu saya juga punya harapan agar hasil-hasil riset dan inovasi dari perguruan tinggi ini bisa diterapkan dan membantu menyukseskan program swasembada pangan dan hilirisasi, terutama untuk meningkatkan nilai tambah,” ujarnya.
Salah satu hasil riset yang disebut Alim adalah varietas unggul. Namun, ia belum merinci teknologi atau inovasi apa yang akan lebih dulu dibawa ke program Kementerian Pertanian.
“Inovasi di perguruan tinggi kan banyak sekali, mulai dari varietas unggul, kemudian berbagai inovasi lainnya. Tentu, itulah yang nanti saya harapkan bisa membantu beliau, Pak Menteri Pertanian,” katanya.
Alim mengaku belum menerima arahan khusus dari Presiden Prabowo maupun Menteri Pertanian setelah ditunjuk menjadi wakil menteri.
Ia bahkan mengatakan baru mendapat kabar mengenai penunjukan tersebut pada Kamis pagi ketika masih berada di kampus.
“Belum bertemu, karena baru tadi pagi juga dihubungi oleh Pak Seskab. Saya masih di kampus,” ujarnya.
Meski belum mendapat penugasan khusus, Alim mengatakan komunikasi dengan Amran selama ini sudah kerap dilakukan karena posisinya sebagai Rektor IPB.
Untuk langkah berikutnya, ia memilih menunggu pembagian tugas dari Menteri Pertanian sebelum menentukan program yang akan ditangani secara langsung.
“Saya menunggu dulu arahan atau penugasan kepada saya,” kata Alim.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
