Jeep Cherokee Overland 2026 Pakai Hybrid, Irit tapi Akselerasi Loyo


JAKARTA – Jeep Cherokee Overland 2026 hadir dengan sistem penggerak hybrid untuk pertama kalinya dalam sejarah model Cherokee. SUV kompak ini menggabungkan mesin turbo 1,6 liter dengan dua motor listrik, menghasilkan tenaga gabungan 210 hp dan torsi 230 lb-ft atau sekitar 312 Nm.

Dalam pengujian yang diterbitkan Car and Driver pada Oktober 2026, Cherokee generasi terbaru menawarkan desain mengotak, kabin lapang, dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibandingkan model Jeep sebelumnya. Namun, performa akselerasi dan karakter suspensinya masih menjadi sejumlah catatan.

Cherokee merupakan salah satu nama model penting Jeep. Generasi XJ yang diperkenalkan pada pertengahan 1980-an dan bertahan hingga awal 2000-an menjadi salah satu versi yang paling dikenal. Kini, nama tersebut digunakan pada SUV kompak yang bersaing di segmen yang juga diisi Honda CR-V dan Toyota RAV4.

Desain Cherokee terbaru tampil lebih kotak dibandingkan generasi sebelumnya yang dipasarkan pada 2014–2023. Bentuk bodinya tidak hanya memberikan tampilan lebih tegas, tetapi juga mendukung ruang kabin dan kapasitas bagasi.

Ruang bagasi mencapai 34 kaki kubik atau sekitar 963 liter ketika kursi belakang digunakan. Angka tersebut lebih besar daripada Subaru Forester Hybrid yang memiliki kapasitas 28 kaki kubik, tetapi masih di bawah Toyota RAV4 dengan 38 kaki kubik. Ketika sandaran kursi belakang dilipat, kapasitas bagasi Cherokee meningkat menjadi 68 kaki kubik atau sekitar 1.925 liter.

Meski menggunakan nama Overland yang menempati posisi lebih tinggi dalam jajaran model, kualitas material interior dinilai belum istimewa. Penguji juga menyoroti desain setir berbentuk segi delapan yang terlalu tebal dan menghalangi pandangan ke sejumlah kontrol di sisi kiri layar infotainment, termasuk pengatur volume serta pemanas kursi dan setir.

Di balik kap mesin, Cherokee Overland menggunakan mesin empat silinder turbocharged 1,6 liter yang dipadukan dengan dua motor listrik. Mesin bensinnya menghasilkan 177 hp dan torsi 221 lb-ft, sedangkan tenaga sistem gabungan mencapai 210 hp dengan torsi 230 lb-ft.

Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis CVT yang dikendalikan secara elektronik ke keempat roda. Sistem tersebut dirancang untuk penggunaan jalan raya dan kebutuhan berkendara sehari-hari.

Untuk kemampuan off-road yang lebih serius, Jeep menawarkan varian Trailhawk yang dilengkapi transfer case dua kecepatan dan diferensial belakang dengan penguncian elektronik. Perangkat tersebut tidak tersedia pada Cherokee Overland yang diuji.

Dari sisi efisiensi, Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau EPA memperkirakan konsumsi bahan bakar Cherokee hybrid mencapai 39 mil per galon di dalam kota dan 35 mil per galon di jalan raya, dengan angka gabungan 37 mil per galon. Berdasarkan pengujian Car and Driver, konsumsi aktual tercatat 29 mil per galon.

Angka tersebut menempatkan Cherokee sebagai salah satu Jeep paling efisien. Namun, efisiensinya masih tertinggal dari sejumlah pesaing hybrid. Honda CR-V Hybrid memiliki estimasi EPA 40 mpg di dalam kota dan 34 mpg di jalan raya, sedangkan Toyota RAV4 Hybrid berpenggerak semua roda diklaim mencapai hingga 46 mpg di dalam kota dan 39 mpg di jalan raya.

Karakter sistem penggeraknya belum sepenuhnya mulus dalam berbagai kondisi. Peralihan antara tenaga bensin dan listrik berlangsung halus, tetapi mesin 1,6 liter terdengar bekerja keras saat akselerasi. Dalam kondisi lalu lintas padat yang mengharuskan mobil berulang kali berhenti dan berjalan, penguji juga merasakan sedikit getaran ketika pedal gas diinjak atau dilepas.

Pengujian akselerasi menunjukkan Cherokee membutuhkan waktu 8,5 detik untuk mencapai 60 mil per jam atau sekitar 96 km/jam dari posisi diam. Dari kecepatan awal 5 mil per jam, waktu yang dibutuhkan mencapai 60 mil per jam adalah 9,3 detik.

Sebagai perbandingan, Honda CR-V Hybrid mencatat waktu 7,1 detik dari posisi diam dan 8,2 detik dari kecepatan awal 5 mil per jam. Toyota RAV4 Hybrid masing-masing mencatat 7,1 detik dan 7,6 detik.

Bobot menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performa Cherokee. Hasil penimbangan Car and Driver menunjukkan berat kendaraan mencapai 4.403 pon atau sekitar 1.997 kilogram. Angka tersebut sekitar 466 pon lebih berat daripada Subaru Forester Hybrid yang pernah diuji publikasi itu, serta lebih dari 500 pon di atas bobot Honda CR-V Hybrid dan Toyota RAV4 Hybrid yang menjadi pembandingnya.

Karakter suspensi juga mendapat sorotan. Ketika melintasi permukaan jalan bergelombang di kawasan metropolitan New York dan Michigan, bodi Cherokee terasa banyak mengayun. Suspensinya dinilai terlalu lembut dengan peredaman yang belum optimal, sehingga guncangan jalan masih terasa di kabin.

Car and Driver menilai Cherokee terbaru memberi Jeep pijakan di segmen SUV kompak melalui desain yang lebih tegas, ruang kabin lapang, dan efisiensi bahan bakar yang menjanjikan. Namun, kombinasi performa mesin, kenyamanan suspensi, dan kualitas interior membuat model ini belum sepenuhnya menonjol di tengah persaingan.

Jeep Cherokee Overland 2026 dibanderol mulai US$44.995 atau sekitar Rp811 juta. Unit yang diuji memiliki harga US$46.585 atau sekitar Rp839 juta, termasuk paket Advanced Pro Tech senilai US$995 dan cat eksterior dua warna senilai US$595. Konversi menggunakan kurs Rp18.019,65 per dolar AS; angka tersebut merupakan harga pasar Amerika Serikat, bukan harga resmi untuk Indonesia.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *