Google Rilis Gemini 4 Argon, Batas Output Tembus 1 Juta Token


JAKARTA – Google meluncurkan Gemini 4 Argon secara global melalui aplikasi Gemini dan antarmuka pemrograman aplikasi (API) untuk pengembang. Model kecerdasan buatan (AI) terbaru ini dirancang untuk menangani tugas kompleks, mulai dari pemrograman dan penalaran hingga keamanan siber dan robotika, dengan batas keluaran hingga 1 juta token.

Dalam laporan Android Headlines, Gemini 4 Argon disebut menawarkan kemampuan untuk menangani pekerjaan profesional yang membutuhkan pemrosesan informasi dan penalaran tingkat lanjut. Namun, akses ke model tersebut dibatasi berdasarkan tingkat langganan, sementara penggunaan melalui API dikenai tarif khusus yang akan meningkat setelah masa promosi berakhir.

Bagi pengguna umum, Gemini 4 Argon tersedia melalui aplikasi Gemini dan fitur AI Mode di Google Search bagi pelanggan Google AI Pro dengan biaya US$20 per bulan atau sekitar Rp360.393, serta Google AI Ultra yang mulai dari US$99 per bulan atau sekitar Rp1.783.945.

Pengguna yang ingin mengakses model tersebut melalui lingkungan pengembangan khusus, seperti Google Antigravity atau AI Studio, harus berlangganan paket AI Ultra. Dengan demikian, akses ke kemampuan terbaru tersebut bergantung pada jenis layanan dan tingkat langganan pengguna.

Bagi pengembang yang menggunakan Gemini API, Google menawarkan harga pengenalan sebesar US$2 per satu juta token masukan atau sekitar Rp36.039 dan US$10 per satu juta token keluaran atau sekitar Rp180.197. Tarif promosi tersebut berlaku hingga 30 November 2026.

Setelah periode promosi berakhir, tarif API akan naik menjadi US$4 per satu juta token masukan atau sekitar Rp72.079 dan US$20 per satu juta token keluaran atau sekitar Rp360.393. Konversi rupiah menggunakan kurs US$1 sebesar Rp18.019,65 per 14 Oktober 2026.

Google menyoroti kemampuan Gemini 4 Argon melalui hasil pengujian dan penerapan internal. Menurut perusahaan, model tersebut meraih nilai tinggi pada Vals Index untuk pekerjaan hukum, keuangan, dan pemrograman.

Dalam pengembangan peramban Chrome, para insinyur Google menggunakan Argon melalui Antigravity untuk merapikan enam juta baris kode lama dalam hitungan minggu, bukan bulan. Google menyebut pekerjaan tersebut membantu menghilangkan satu kategori kerusakan peramban.

Model itu juga digunakan untuk menganalisis data profil server backend YouTube. Dalam pengujian tersebut, Argon menemukan kode pemrosesan emoji yang berulang dan tidak diperlukan. Setelah kode tersebut dibersihkan, beban server komentar di sisi frontend dilaporkan turun hingga separuh, sekaligus mengurangi latensi pada perangkat pengguna.

Selain pemrograman, Google mengembangkan penggunaan Gemini 4 Argon untuk robotika. Model tersebut menggabungkan kemampuan memahami informasi visual dengan penalaran spasial untuk membantu sistem mengenali gerakan dan menerjemahkannya menjadi instruksi bagi robot.

Argon meraih skor 87% pada tolok ukur Embodied Reasoning. Menurut laporan tersebut, kemampuan ini memungkinkan model menganalisis video seseorang, memetakan koordinat fisik, kemudian menyusun kode simulasi secara otomatis tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pemrograman simulasi manual selama berbulan-bulan.

Dalam pengujian internal, Argon menganalisis video seseorang yang memainkan cornhole, permainan melempar kantong kecil ke papan berlubang. Model tersebut kemudian menerapkan gerakan yang diamati pada robot humanoid Apollo buatan Apptronik. Robot itu dilaporkan berhasil memasukkan tujuh lemparan berturut-turut dalam pengujian di dunia nyata.

Peluncuran Gemini 4 Argon memperluas penggunaan AI Google untuk pekerjaan yang membutuhkan kemampuan lebih dari sekadar menghasilkan teks. Meski demikian, biaya langganan dan tarif API menjadi faktor penting bagi pengguna yang ingin memanfaatkan kemampuan model tersebut, terutama pengembang independen yang membutuhkan akses ke perangkat pemrograman berbasis AI.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *