NABIRE – TNI menyiapkan 2.700 prajurit untuk mengisi enam Batalyon Teritorial Pembangunan di Papua Tengah. Penambahan itu ditujukan agar seluruh delapan kabupaten di provinsi tersebut memiliki satu batalyon.
Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alvianto mengatakan pasukan mulai berdatangan secara bertahap sejak 9 Oktober 2026. Untuk sementara, mereka ditempatkan di Nabire dan Mimika.
“Setiap batalyon memiliki kekuatan 450 prajurit sehingga enam batalyon membutuhkan total 2.700 prajurit. Penempatan tersebut ditujukan untuk enam kabupaten yang belum memiliki Batalyon TP,” kata Vivin di Nabire, dikutip dari Antara, Selasa, 13 Oktober.
Enam kabupaten yang disiapkan menjadi lokasi batalyon baru adalah Dogiyai, Deiyai, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya.
Sementara itu, Batalyon TP 804 telah berada di Nabire dan Batalyon TP 820 di Mimika.
Vivin mengatakan prajurit untuk Dogiyai, Deiyai, dan Paniai secara bertahap telah tiba di Nabire. Sedangkan sebagian pasukan untuk Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya sudah berada di Mimika.
Penempatan sementara dilakukan karena markas enam batalyon di kabupaten tujuan belum siap digunakan.
Selama menunggu pembangunan fasilitas, para prajurit diperbantukan ke satuan TNI yang sudah ada.
“Di Nabire, misalnya, untuk sementara para prajurit Batalyon TP yang sudah datang diperbantukan pada satuan Korem, Brigif, Batalyon TP 804, dan satuan terkait lainnya,” ujarnya.
TNI akan memindahkan pasukan ke masing-masing kabupaten setelah markas batalyon selesai dan siap digunakan.
Dengan penambahan enam satuan tersebut, TNI menargetkan setiap kabupaten di Papua Tengah memiliki satu Batalyon Teritorial Pembangunan.
Penataan ini dilakukan agar keberadaan satuan teritorial dapat menjangkau seluruh wilayah Papua Tengah.
Batalyon TP juga disiapkan untuk mendukung tugas pertahanan sekaligus membantu kegiatan pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Vivin mengatakan sejumlah lokasi yang direncanakan menjadi markas batalyon masih membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
