JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperkuat perlindungan masyarakat di tengah kebakaran hutan dan lahan yang berkepanjangan. Berdasarkan data yang diterimanya, karhutla di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan telah berdampak terhadap 12,5 juta orang.
Puan menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api. Dampak terhadap kesehatan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari masyarakat juga perlu ditangani secara bersamaan.
“Banyak masyarakat telah merasakan dampaknya baik dari sisi kesehatan, keamanan, dan sosial,” kata Puan di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 13 Oktober.
Ia menyoroti warga yang masih menghadapi kabut asap. Kondisi tersebut, menurut Puan, membuat keluarga harus menjaga keselamatan anak, mempertahankan pekerjaan, dan memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam situasi yang belum pasti.
“Pemerintah perlu memberi kepastian bahwa mereka memperoleh dukungan selama keadaan ini berlangsung dan memiliki jalan untuk memulihkan kehidupan setelahnya,” ujarnya.
Puan meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi agar penanganan karhutla berjalan beriringan antara pemadaman dan perlindungan warga terdampak.
“Agenda tersebut perlu memperjelas hasil yang hendak dicapai, tanggung jawab antarlembaga, dan kesinambungan dukungan ketika kegiatan warga harus disesuaikan demi keselamatan,” katanya.
Besarnya dampak kesehatan menjadi salah satu perhatian. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan yang disampaikan Puan, karhutla telah berdampak terhadap 12,5 juta jiwa di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera.
Kemenkes juga mencatat 174.694 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA akibat karhutla sejak Agustus hingga 21 September 2026.
Dari jumlah tersebut, 40.363 merupakan balita.
Data tersebut berasal dari tujuh provinsi prioritas penanganan karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Selain menghadapi gangguan kesehatan dan lingkungan, sejumlah warga juga masih bertahan di lokasi pengungsian akibat karhutla.
Puan meminta perlindungan masyarakat tetap menjadi bagian dari penanganan selama kebakaran berlangsung hingga warga dapat kembali menjalani kehidupan setelah kondisi membaik.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
