JAKARTA – Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Kaja Kallas pada Hari Senin mendesak Amerika Serikat untuk menyelaraskan kebijakan sanksinya terhadap Rusia dengan kebijakan blok tersebut.
Ia menyatakan tekanan terkoordinasi dari Washington dan mitra-mitra Eropa dapat membantu mengakhiri perang di Ukraina.
Berbicara kepada wartawan menjelang pertemuan Dewan Urusan Luar Negeri UE di Luksemburg, Kallas mengatakan upaya menekan Moskow akan lebih efektif jika AS bergabung dengan UE dan Inggris dalam menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Rusia.
“Hasilnya akan jauh lebih baik jika mitra-mitra kami dari Inggris dan AS menyelaraskan langkah dengan kami,” ujarnya, seraya menambahkan langkah Washington mengadopsi rancangan Undang-Undang Graham terkait Rusia dapat memperkuat tekanan terhadap Moskow secara signifikan, dilansir dari Anadolu (12/10).
“Kita benar-benar bisa memberikan tekanan agar Rusia mengakhiri perang ini,” tandas Kallas.
Lebih jauh ia mengatakan, sanksi telah menyebabkan Rusia kehilangan pendapatan sebesar 1 triliun euro (1,1 triliun dolar AS), menambahkan langkah-langkah yang menargetkan apa yang disebut sebagai “armada bayangan” (shadow fleet) negara tersebut juga semakin menyulitkan Moskow untuk mendanai perang.
Terkait pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai gencatan senjata di sektor energi antara Rusia dan Ukraina, Kallas mengatakan UE menyambut baik kesepakatan tersebut namun masih menunggu untuk melihat apakah Moskow akan mematuhinya.
Ia menegaskan, gencatan senjata tersebut harus mencakup lebih dari sekadar infrastruktur energi, tetapi juga harus mencakup “penghentian pembunuhan terhadap warga.”
Kallas juga mempertanyakan cakupan kesepakatan tersebut, mengingat Ukraina hanya memiliki satu kilang minyak sementara Rusia memiliki beberapa, menyatakan gencatan senjata itu tidak boleh menguntungkan pihak Moskow.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
