Asap Karhutla Berdampak ke Negara Tetangga, Prabowo Panggil TNI-Polri hingga BNPB



JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah pejabat terkait untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang asapnya telah berdampak ke negara tetangga. Pertemuan dilakukan secara daring dan melibatkan TNI, Polri, Kementerian Kehutanan hingga BNPB.

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengatakan Prabowo memberi perhatian serius terhadap penanganan karhutla.

“Ya, ini hari ini membahas tentang karhutla. Karena beliau sangat serius sekali tentang penanganan karhutla ini,” kata Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 12 Oktober.

Menurut Dudung, Panglima TNI, Kapolri, Kementerian Kehutanan, BNPB serta unsur terkait ikut dalam pembahasan.

Ia mengatakan dampak karhutla tidak lagi hanya dirasakan di dalam negeri karena asap juga mencapai negara tetangga.

“Ya memang dampaknya kan ke negara-negara tetangga. Makanya beliau sangat concern sekali,” ujarnya.

Dudung menyebut salah satu kendala penanganan adalah banyaknya lahan gambut yang sulit dipadamkan. Luas wilayah terdampak juga menjadi tantangan meski personel sudah dikerahkan.

“Oh kalau personel sudah dikerahkan, baik TNI, Polri, maupun satuan-satuan yang terkait. Tinggal memang sangat luas sih memang ya, lahan kita,” katanya.

Sebagai Ketua Dewan Pengarah penanganan karhutla, Dudung akan melaporkan perkembangan di sejumlah daerah yang menjadi konsentrasi penanganan.

Ia menyebut Sumatera Selatan, Kalimantan dan Kepulauan Riau sebagai beberapa wilayah yang masuk dalam laporan.

“Saya hanya melaporkan kepada Bapak Presiden presentasi yang sudah kita lakukan di daerah-daerah yang menjadi konsentrasi seperti Sumatera Selatan, Kalimantan, Kepulauan Riau dan sebagainya,” ujarnya.

Laporan tersebut mencakup langkah yang sudah dilakukan, capaian penanganan serta prioritas berikutnya.

Dudung berharap ada arahan khusus dari Prabowo untuk mempercepat penanganan karhutla yang saat ini disebut sudah menjadi perhatian lintas negara.

“Karena ini kan sudah menjadi isu ke negara lain,” katanya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *