Menlu Arrmanatha Nasir Tegaskan Pentingnya Diplomasi Berprinsip saat Dunia Semakin Tidak Menentu


JAKARTA – Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir menegaskan pentingnya diplomasi yang berpijak pada prinsip, di tengah kondisi dunia yang semakin tidak menentu.

Hal ini diungkapkannya saat menyampaikan Pernyataan Pers perdananya usai melakukan serah terima jabatan Menteri Luar Negeri dengan Sugiono.

Mengawali pernyataannya, Menlu Arrmanatha Nasir menegaskan arah politik luar negeri Indonesia tidak berubah dan tetap berpegang pada Konsititusi UUD 1945 sebagai kompas.

“Undang-Undang Dasar 1945 sudah memberi arah yang sangat jelas. Melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia,” kata Menlu RI, Senin (12/10).

“Empat tujuan itu tidak pernah berubah sejak tahun 1945. Inilah yang kita sebut sebagai prinsip diplomasi. Diplomasi yang berpijak pada prinsip,” ia menekankan.

“Di dunia yang semakin tidak menentu seperti saat ini, prinsip justru semakin penting, bukan semakin kurang. Ketika banyak hal yang berubah dengan cepat, dunia mencari mitra yang tidak berubah-ubah. Di dunia yang serba tidak pasti, Indonesia harus menjadi kepastian,” tandasnya.

Lebih lanjut Menlu Tata, sapaan akrabnya mengatakan, sikap konsisten yang dipilih oleh Indonesia bukan berarti kaku, namun “bisa dipegang kata-katanya”, menegaskan negara yang “konsisten akan dipercaya dan negara yang dipercaya akan diandalkan.”

“Kepercayaan itu ialah modal diplomasi yang paling mahal yang telah kita bangun bertahun-tahun,” tegas Menlu RI.

Terkait hal itu, Menlu RI memastika diplomasi Indonesia akan selalu berpijak pada kepentingan nasional dan bermanfaat bagi rakyat.

Selain itu, ia memastikan bebas aktif akan menjadi jangkar politik luar negeri Indonesia, tidak terikat pada aliansi.

“Kita tidak memilih blok, kita memilih prinsip,” tandas Menlu RI.

Diketahui, Arrmanatha Nasir dilantik sebagai Menteri Luar Negeri RI oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026, menggantikan Sugiono.

Serah terima jabatan Menteri Luar Negeri RI dilakukan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Senin (12/10).

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *