Tesla Kini Izinkan Mobil Melaju Saat Masih Ngecas, tapi Risikonya Bisa Rusak Supercharger


JAKARTA – Tesla kini memungkinkan mobilnya tetap melaju meski kabel pengisian daya masih terpasang. Fitur darurat bernama Emergency Drive Away itu dibuat untuk situasi keselamatan, tetapi penggunaannya bisa merusak mobil maupun perangkat Supercharger.

Menurut Antara, disitat Sabtu, 10 Oktober yang mengutip Carscoops, fitur tersebut hadir melalui pembaruan perangkat lunak versi 2026.38.3.

Sebelumnya, sistem Tesla mencegah kendaraan bergerak ketika masih tersambung ke pengisi daya. Kini, dalam keadaan darurat, pengemudi bisa menonaktifkan penguncian tersebut dan langsung meninggalkan lokasi.

Ketika pengemudi mencoba memindahkan tuas ke posisi Drive saat kabel masih terhubung, layar sentuh akan menampilkan peringatan Emergency Drive Away.

Pengemudi kemudian harus menginjak pedal rem dan memilih opsi “Activate”. Setelah itu, sistem yang biasanya menahan mobil agar tidak bergerak selama pengisian daya akan dinonaktifkan.

Namun, Tesla tidak memasang konektor khusus yang dirancang agar kabel dapat terlepas dengan aman.

Artinya, ketika mobil bergerak, kabel bisa tercabut secara paksa.

“Penggunaan fitur ini akan merusak kendaraan Anda dan Supercharger,” demikian peringatan Tesla Charging.

Tesla menegaskan fitur tersebut hanya untuk keadaan darurat. Penyalahgunaan secara sengaja juga disebut dapat dikenai sanksi tambahan, meski bentuk sanksinya belum dijelaskan.

Biaya kerusakannya pun tidak kecil. Tesla menyebut pekerjaan kelistrikan dan sipil untuk memperbaiki Supercharger bisa mencapai 25.000 dolar AS atau hampir Rp450 juta, tergantung lokasi.

Setelah fitur digunakan, kendaraan juga harus dibawa ke pusat servis untuk memeriksa dan memperbaiki port pengisian dayanya.

Tesla belum menjelaskan apakah biaya tersebut juga akan dibebankan kepada pengemudi jika fitur dipakai dalam keadaan darurat yang sebenarnya.

Dalam demonstrasi Tesla, kabel pengisi daya terlihat tercabut paksa ketika mobil bergerak. Cairan pendingin kemudian keluar ke permukaan tanah.

Tesla menyebut cairan tersebut sebagai glikol. Pembersihannya akan dilakukan sebagai bagian dari kunjungan servis Supercharger.

Dengan mekanisme itu, Emergency Drive Away bukan sistem yang membuat kabel terlepas dengan aman. Tesla hanya mengizinkan kendaraan bergerak meski risiko kerusakan tetap ada.

Fitur tersebut hadir dua bulan setelah penembakan massal di Twin Falls, Idaho, Amerika Serikat, yang menewaskan tiga orang dan melukai tujuh lainnya.

Polisi menyatakan pelaku menembaki tiga orang yang berada di dalam dua mobil Tesla di sebuah stasiun Supercharger. Salah satu korban tewas adalah Dale Schultz, 66 tahun.

Tesla tidak menyatakan secara langsung bahwa insiden tersebut menjadi alasan pengembangan Emergency Drive Away.

Eksekutif Tesla Charging Max de Zegher mengatakan perusahaan telah mempertimbangkan fitur serupa selama bertahun-tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk merilisnya.

Ia menyebut Emergency Drive Away sebagai “fitur yang kami harap tidak pernah perlu Anda gunakan”.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *