JAKARTA – Pemerintah menyiapkan pembangunan tiga pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging untuk menyerap kelebihan produksi peternak sekaligus mengurangi ketergantungan impor. Investasi awal diperkirakan sekitar Rp200 miliar hingga Rp250 miliar untuk setiap pabrik.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya membenahi ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir.
“Kami sudah telepon BP BUMN dan Menteri Perdagangan. Kita sepakat membangun ekosistem ternak, terutama pembangunan pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging,” kata Amran dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Sabtu, 10 Oktober.
Pemerintah menargetkan pembangunan bisa dimulai tahun depan. Waktu penyelesaian diperkirakan sekitar 1,5 tahun hingga paling lama dua tahun.
“Insya Allah, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa mulai. Targetnya 1,5 tahun selesai, maksimal dua tahun,” ujarnya.
Amran mengatakan keberadaan industri pengolahan dibutuhkan karena peternak selama ini masih sangat bergantung pada penjualan telur dan qdaging segar. Ketika produksi berlebih, harga mudah tertekan dan kerugian kembali berulang.
“Ini solusi permanen, fundamental. Kalau pabriknya berdiri, impor tepung telur kita hentikan,” kata Amran.
Pembangunan tiga pabrik akan lebih dulu ditindaklanjuti melalui studi kelayakan. Kebutuhan investasi awal diperkirakan sekitar Rp200 miliar per pabrik dan dapat meningkat menjadi Rp250 miliar untuk fasilitas yang juga mengolah daging.
Pemerintah membuka peluang swasta masuk dalam proyek tersebut.
“Kalau ada swasta mau bergandengan, silakan. Tapi negara ada di sampingnya,” ujar Amran.
Menurut Amran, ekosistem yang terintegrasi akan memberi jalur pasar lebih panjang. Jagung petani dapat diserap sebagai bahan pakan, peternak memperoleh pasokan pakan, sementara kelebihan telur dan daging dapat masuk ke industri pengolahan.
Dengan pola tersebut, telur dan daging tidak hanya dijual dalam kondisi segar. Produk dapat diolah agar memiliki daya simpan lebih panjang dan pasar yang lebih luas.
Amran menilai langkah itu penting untuk menjaga harga di tingkat peternak sekaligus mengurangi impor produk olahan.
“Keuntungannya adalah meningkatkan kesejahteraan peternak, mengurangi kerugian yang sering terjadi pada bulan-bulan tertentu, dan mengurangi belanja devisa untuk impor,” katanya.
Ia juga menekankan kebutuhan menjaga harga pakan, telur dan daging tetap terjangkau agar petani, peternak dan konsumen sama-sama mendapat manfaat.
“Intinya, bagaimana ekonomi bergerak dan bagaimana peternak jangan dipersulit. Pakan tersedia dengan baik, kemudian harga telur dan daging stabil. Kita ingin peternak untung dan kesejahteraannya meningkat,” ujar Amran.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
