Overthinking Sampai Ganggu Tidur dan Aktivitas, Psikolog Sarankan Konsultasi


JAKARTA – Overthinking atau berpikir berlebihan perlu mendapat perhatian ketika mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti sulit berkonsentrasi, takut melakukan sesuatu, susah tidur, hingga merasa tidak nyaman saat beraktivitas.

Psikolog klinis dewasa Miki Amrilya Wardati mengatakan overthinking pada dasarnya bukan gangguan kesehatan mental, melainkan gejala yang perlu dilihat bersama tanda-tanda lain.

“Perlu dikonsultasikan kalau misalkan ternyata overthinking itu sudah over-nya itu betul sesuai kata over dan memang mengganggu keberfungsian hidup sehari-hari,” kata Miki dalam acara temu media di Jakarta, dikutip dari Antara pada Jumat, 9 Oktober.

Miki mengatakan rasa khawatir terhadap sesuatu sebenarnya masih wajar. Namun, kondisinya perlu diperhatikan jika mulai mengganggu fungsi sehari-hari.

Gejala yang bisa muncul antara lain sulit berkonsentrasi, takut melakukan sesuatu, kesulitan tidur, atau rasa tidak nyaman saat menjalani aktivitas.

Menurut dia, tenaga profesional dapat membantu melihat apakah overthinking tersebut muncul bersama gejala lain dan apakah berkaitan dengan gangguan tertentu.

“Ini nanti akan dibantu oleh profesional apakah overthinking ini disertai gejala lain atau tidak, sehingga nanti bisa ditarik diagnosa oleh profesional apakah ada gangguan tertentu atau tidak,” ujarnya.

यह भी देखें:


Miki yang tergabung dalam Ikatan Psikolog Indonesia juga menekankan pentingnya mengenali kondisi diri sendiri.

Perubahan yang terasa tidak biasa dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, menurut dia, sebaiknya tidak diabaikan.

“Kalau ada perubahan dan dirasa itu tidak biasa, apalagi mengganggu, di situ langsung bisa konsultasi pada profesional,” kata Miki.

Ia mengingatkan seseorang tidak sebaiknya menyimpulkan sendiri apakah dirinya mengalami depresi, bipolar, atau gangguan kesehatan mental lainnya.

“Nanti profesional yang akan mendiagnosa gangguan apa, apakah tadi depresi atau bipolar. Kita harus kenal sinyal tubuh kita, tapi kita juga harus mengkonsultasikan supaya tegak diagnosanya,” ujarnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *