JAKARTA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya memperkuat kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia saat membuka Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Tangerang, Banten, Kamis.
Dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis, Wapres mengatakan keberagaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia sehingga harus dijaga bersama.
“Indonesia adalah negara, bangsa yang majemuk. Perlu benar-benar menjaga persatuan, perdamaian, nilai-nilai toleransi. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika di tempat Bapak Ibu masih terjadi kasus-kasus intoleransi,” ujar Gibran.
Menanggapi masih adanya kasus intoleransi di sejumlah daerah, Wapres menekankan pentingnya membangun kehidupan masyarakat yang damai dan saling menghargai.
Menurut Gibran, pemerintah memiliki perhatian serius terhadap persoalan intoleransi, termasuk memastikan setiap warga negara memperoleh kebebasan untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
“Pemerintah memiliki perhatian serius terkait ini. Negara harus hadir menjamin kemerdekaan warganya dalam memeluk dan menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing, seperti yang diamanatkan di Undang-Undang Dasar 1945,” katanya.
Wapres Singgung Penanganan GKPI Rajeg
Sebagai bagian dari upaya menjamin kebebasan beragama, Gibran menyinggung penanganan persoalan yang terjadi di GKPI Rajeg.
Wapres mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan pendeta, pengurus gereja, dan para pemangku kepentingan di daerah untuk mencari penyelesaian atas persoalan tersebut.
Menurut Gibran, gereja tersebut tidak ditutup, melainkan dipindahkan ke lokasi baru yang dinilai lebih layak dengan bantuan pemerintah daerah. Dengan demikian, jemaat tetap dapat melaksanakan ibadah secara normal.
Penanganan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Gibran mengingatkan para pemangku kepentingan di daerah agar lebih peka terhadap dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
Setiap persoalan yang berpotensi memunculkan intoleransi, menurut dia, perlu segera ditangani dan dicarikan solusi agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Saya selalu mengingatkan kepada para pemangku kepentingan, khususnya kepala daerah, Kapolda, Pangdam, agar peka terhadap kondisi di tengah masyarakat. Jika ada percikan-percikan intoleransi di tengah masyarakat, segera selesaikan, segera dicari solusinya,” tutur Gibran.
Pendeta Didorong Perkuat Kerukunan
Gibran menilai kerukunan dan persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para rohaniwan.
Karena itu, Kongres Nasional ke-V API diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi para pendeta untuk memperkuat kontribusi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis sekaligus menjaga keutuhan bangsa.
Menutup sambutannya, Wapres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus saling menguatkan, membantu, dan menghargai perbedaan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai provokasi dan kabar bohong yang dapat dimanfaatkan untuk memecah belah persatuan.
“Mari kita jaga Indonesia bersama-sama. Kita harus saling menguatkan, saling bantu, saling topang. Jadikan perbedaan bukan sebagai pemecah belah. Jangan mudah terprovokasi, jangan mudah percaya dengan kabar bohong,” ujar Wapres.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
