JAKARTA – Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak terbatas dengan peluang menguat pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026. Pelaku pasar akan mencermati arah dolar Amerika Serikat (AS), imbal hasil US Treasury, serta rilis risalah rapat Federal Reserve atau FOMC Minutes.
Rupiah pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026, ditutup menguat 18 poin atau 0,10 persen ke level Rp17.899 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.917 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi di tengah meredanya tekanan dolar AS dan mengecilnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menilai data ketenagakerjaan dan inflasi AS yang lebih lemah telah mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 27-28 Oktober mendatang.
Pada perdagangan Rabu, perhatian investor akan tertuju pada publikasi FOMC Minutes. Risalah tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai pandangan anggota The Fed terhadap arah kebijakan moneter AS.
Sementara itu, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong sebelumnya memperkirakan rupiah masih bergerak dalam fase konsolidasi. Ia memproyeksikan rupiah berada pada kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS, dengan penguatan yang berpotensi terbatas karena imbal hasil US Treasury masih relatif tinggi.
Selain sentimen eksternal, pasar juga menunggu sejumlah indikator ekonomi domestik yang akan dirilis pekan ini, termasuk data cadangan devisa, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), dan penjualan ritel.
Dari sisi global, pergerakan harga minyak mentah juga tetap menjadi perhatian. Harga minyak yang tinggi dapat meningkatkan tekanan inflasi dan memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan moneter global.
Di sisi lain, apabila dolar AS kembali menguat dan imbal hasil US Treasury meningkat, ruang penguatan rupiah berpotensi terbatas. Sebaliknya, sinyal kebijakan The Fed yang lebih longgar dapat memberikan katalis positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.850-Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026. Pelaku pasar akan mencermati apakah rupiah mampu mempertahankan penguatan setelah berhasil ditutup di bawah level Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
