JAKARTA – Produksi mobil listrik Lucid Motors turun tajam pada kuartal ketiga 2026. Perusahaan hanya memproduksi 2.954 kendaraan, anjlok 54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi level terendah sejak kuartal pertama 2025.
Menurut TechCrunch, dikutip Selasa, 6 Oktober, Lucid sengaja membatasi produksi agar jumlah kendaraan yang dibuat lebih sesuai dengan permintaan pasar. Ini menjadi kuartal ketiga berturut-turut ketika produksi perusahaan menurun.
Lucid mengirimkan 3.806 kendaraan pada kuartal ketiga. Jumlah itu relatif sama dengan kuartal kedua, tetapi turun sekitar 200 unit dibandingkan kuartal ketiga 2025.
Perusahaan masih kesulitan menemukan pembeli dalam jumlah besar untuk dua mobil listrik mewah pertamanya. Dalam lima dari enam kuartal terakhir, jumlah kendaraan yang diproduksi Lucid lebih banyak dibandingkan yang dikirimkan.
CEO baru Lucid, Silvio Napoli, dalam beberapa bulan terakhir memimpin upaya untuk “menyederhanakan perusahaan”. Langkah itu mencakup pemutusan hubungan kerja sekitar 1.500 karyawan, merampingkan jajaran pimpinan, serta menghapus shift kedua di pabrik Arizona untuk mengejar penghematan biaya sebesar 1,4 miliar dolar AS.
Lucid juga menunda peluncuran mobil listrik ketiganya, Cosmos. Model ini dirancang lebih terjangkau dengan harga awal di bawah 50.000 dolar AS.
Angka kuartal ketiga Lucid keluar hanya beberapa hari setelah rivalnya, Rivian, mencatat kuartal terbaik dalam sejarah perusahaan berkat R2, SUV listrik baru dengan harga lebih terjangkau.
Rivian tidak merinci jumlah pengiriman khusus R2. Namun, perusahaan mengirim hampir 20.000 kendaraan pada kuartal ketiga, naik dari 12.194 unit pada kuartal kedua.
Kinerja Lucid itu jauh dari proyeksi yang disampaikan ketika perusahaan masuk bursa pada 2021. Saat bergabung dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus atau SPAC, Lucid memperkirakan dapat mengirim hingga 90.000 kendaraan listrik pada 2024 saja. Perusahaan menghimpun dana 4 miliar dolar AS melalui transaksi tersebut.
Pada konferensi hasil keuangan kuartal kedua Agustus lalu, Napoli mengakui Lucid terlalu lama mengecewakan di sejumlah sisi.
“Tidak diragukan lagi Lucid membawa inovasi terdepan dan produk yang luar biasa ke pasar, tetapi kami mengecewakan dalam beberapa hal, dan itu berlangsung terlalu lama,” kata Napoli.
“Kami tidak menjalankan rencana secara konsisten. Kami gagal memenuhi komitmen, meluncurkan produk sebelum siap, kurang berinvestasi dalam layanan, terlalu lambat menangani masalah kualitas, dan membiarkan kerumitan memperlambat pengambilan keputusan,” lanjutnya.
Harga Cosmos yang lebih rendah secara teori dapat membuka pasar yang lebih luas bagi Lucid. Namun, Napoli menegaskan perusahaan tidak ingin kembali terburu-buru.
“Kami tidak akan mengulangi kesalahan masa lalu dengan membawa produk ke pasar sebelum benar-benar siap,” katanya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
