JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026, setelah pada perdagangan Selasa ditutup naik 1,21 persen ke level 6.192,93.
Penguatan IHSG pada Selasa didukung kenaikan seluruh sektor saham. Sektor transportasi menguat 3,16 persen, teknologi naik 3,09 persen, dan energi tumbuh 2,67 persen. Secara keseluruhan, sebanyak 511 saham menguat, 198 saham melemah, dan 254 saham stagnan.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang melihat peluang penguatan IHSG masih terbuka pada perdagangan Rabu.
Secara teknikal, IHSG ditutup di atas MA10, sementara histogram negatif MACD menyempit dan Stochastic RSI menguat di area pivot. Kondisi tersebut mengindikasikan tekanan jual mulai mereda.
“Semua sektor menguat dengan penguatan terbesar pada sektor transportasi dan teknologi. Katalis positif antara lain berasal dari berlanjutnya koreksi harga minyak dan technical rebound,” ujar Alrich.
Menurut dia, harga minyak Brent yang turun di bawah 100 dolar AS per barel turut menjadi sentimen positif bagi pasar. Penurunan harga minyak berpotensi meredakan tekanan inflasi sekaligus mengurangi risiko pelebaran defisit APBN.
Alrich memperkirakan IHSG pada perdagangan Rabu berpeluang menguji level 6.230-6.280. Investor juga akan mencermati rilis data cadangan devisa Indonesia September 2026.
Waspadai Resistance 6.210
Research Analyst Bumiputera Sekuritas Muhammad Thoriq Fadilla juga menilai IHSG masih berpeluang menguat secara terbatas seiring membaiknya sejumlah indikator teknikal.
Menurut Thoriq, IHSG telah melewati dynamic resistance di area 6.175, tetapi masih menghadapi resistance klasik di sekitar 6.210.
Selama mampu bertahan di atas area 6.175-6.200, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance 6.280-6.335, kemudian 6.370 apabila momentum beli berlanjut.
Sebaliknya, apabila IHSG kembali turun di bawah 6.120, skenario penguatan berpotensi melemah dan indeks berisiko menguji kembali area support 6.020 hingga 5.931.
Investor Cermati FOMC Minutes
Selain faktor teknikal, pelaku pasar akan mencermati risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan dirilis pada Rabu, 7 Oktober.
Risalah tersebut menjadi perhatian karena investor tengah membaca arah kebijakan suku bunga Federal Reserve setelah bank sentral Amerika Serikat mempertahankan federal funds rate di kisaran 3,75-4,00 persen pada September.
Analis BRI Danareksa Sekuritas sebelumnya menilai pelemahan data ekonomi Amerika Serikat dapat memperkuat ekspektasi penahanan atau pelonggaran suku bunga The Fed. Namun, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun yang masih berada di sekitar 5,3 persen tetap menjadi risiko bagi aset pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dari dalam negeri, rupiah pada Selasa ditutup menguat 18 poin atau 0,10 persen menjadi Rp17.899 per dolar AS. Penguatan rupiah turut menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik.
Dengan kombinasi sentimen eksternal yang relatif positif, perbaikan indikator teknikal, serta penguatan rupiah, IHSG berpeluang melanjutkan technical rebound pada perdagangan Rabu. Namun, investor tetap perlu mencermati area 6.210 sebagai resistance awal dan perkembangan FOMC Minutes sebagai katalis pasar.
Disclaimer: Prediksi ini merupakan analisis berdasarkan kondisi pasar dan proyeksi analis, bukan jaminan hasil investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
