JAKARTA – Kenaikan harga energi dan biaya hidup masih menjadi kekhawatiran terbesar responden di Asia Tenggara dalam proses transisi menuju energi terbarukan dan pengurangan bertahap penggunaan bahan bakar fosil.
Menurut Yicai Global, disitat Selasa, 6 Oktober, temuan itu berasal dari Southeast Asia Climate Outlook Survey Report 2026 yang dirilis ISEAS-Yusof Ishak Institute di Singapura. Sebanyak 44,6 persen responden menyebut kenaikan harga energi dan biaya hidup sebagai kekhawatiran utama mereka.
Angka tersebut turun dibandingkan survei 2024 yang mencapai 52,4 persen. Meski demikian, persoalan harga energi dan biaya hidup tetap berada di urutan teratas.
Kekhawatiran terhadap kekurangan energi justru meningkat. Sebanyak 26,1 persen responden mencemaskan risiko tersebut, naik dari 20,3 persen pada 2024.
यह भी देखें:
Laporan itu menyebut meningkatnya kekhawatiran terhadap kekurangan energi kemungkinan mencerminkan dampak guncangan energi dan peristiwa geopolitik dalam beberapa tahun terakhir.
Survei 2026 menghimpun pandangan 3.706 responden dari 11 negara anggota ASEAN. Untuk pertama kalinya, survei ini juga memasukkan responden dari Timor-Leste sebagai anggota terbaru ASEAN.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
