BI Soroti Tiga Prioritas Bank Sentral di Era AI, dari Tata Kelola hingga Sistem Pembayaran


JAKARTA – Bank Indonesia menilai perkembangan kecerdasan buatan atau AI mulai mengubah cara bank sentral menjaga stabilitas sistem keuangan. Tantangannya bukan hanya soal teknologi, tetapi juga bagaimana AI diatur, digunakan dalam sistem pembayaran, dan diawasi bersama di tingkat kawasan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali menyampaikan tiga prioritas bank sentral dalam pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi South East Asian Central Banks atau SEACEN di Bali.

Prioritas pertama adalah membangun tata kelola AI yang terpercaya, transparan, dan akuntabel. Kedua, memanfaatkan AI untuk menciptakan sistem pembayaran yang lebih efisien, aman, inklusif, dan tahan terhadap gangguan.

Prioritas ketiga adalah memperkuat kerja sama regional melalui SEACEN, termasuk lewat dialog kebijakan, pengembangan kapasitas, dan riset bersama.

“AI menghadirkan tantangan yang tidak dapat dihadapi satu negara sendiri. Melalui kolaborasi di kawasan, seperti SEACEN, kita dapat mengembangkan pendekatan bersama yang mendorong inovasi sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan,” kata Ricky dikutip dari Antara, Selasa, 6 Oktober.

Menurut Ricky, perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat bank sentral perlu berbagi pengalaman dan pengetahuan agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Seiring dengan semakin cepatnya transformasi teknologi, pengetahuan dan pengalaman bersama akan semakin berharga dalam membentuk masa depan bank sentral,” ujarnya.

Selain AI, konferensi juga menyoroti konektivitas sistem pembayaran lintas negara.

Direktur Eksekutif The SEACEN Centre Cynyoung Park mengatakan keterhubungan antarsistem pembayaran perlu ditopang standar yang kompatibel, serta pengaturan yang jelas dalam pengelolaan likuiditas dan risiko penyelesaian transaksi.

Fondasi tersebut dinilai penting untuk memperluas konektivitas pembayaran yang menopang perdagangan dan investasi di kawasan.

Sementara itu, Kepala Ekonom UNDP untuk Asia dan Pasifik Philip Schellekens menekankan pentingnya kepercayaan di tengah semakin besarnya penggunaan AI.

Menurut Schellekens, bank sentral perlu memahami bagaimana AI mengubah ekonomi dan teknologi, sekaligus mengantisipasi risiko sistemik jika ketergantungan terlalu besar pada penyedia platform AI tertentu.

Kepercayaan, menurut Schellekens, tetap menjadi dasar utama bank sentral dalam menjaga stabilitas sekaligus memastikan pemanfaatan AI memberi manfaat lebih luas bagi perekonomian.

Konferensi SEACEN di Bali mengangkat tema Central Banking in the Age of Artificial Intelligence: Payments, Regulation, and Financial Stability for a Connected Asia.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan 25th SEACEN Executive Committee Meeting pada 6 Oktober 2026 yang dipimpin Ricky P. Gozali. Pertemuan itu membahas penguatan tata kelola dan kelembagaan SEACEN sebagai pusat pembelajaran dan kolaborasi bank sentral di kawasan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *