Putussibau, Fokus Berita
Pendataan data sosial ekonomi dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kapuas Hulu pada bulan Agustus 2026 itu dinilai masyarakat kurang tepat sasaran dan tidak sesuai dengan fakta dilapangan mengenai katagori Desil tersebut
Hal ini dialami Eva Triana warga Pulau Sibau RT 4/ RW 2 Jalan Abdul Hamid Kelurahan Putussibau Kota Kecamatan Putussibau Utara . Eva Triana keberatan dengan dirinya dimasukan ke dalam Desil sembilan ( 9 ).
“Kenapa saya bisa masukan kedalam data desil sembilan , padahal bagian pendataan dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kapuas Hulu saat mendata kerumah saya, melihat langsung kondisi rumah saya dan ekonomi rumah tangganya kurang mampu. Kalau desil sembilan itukan dikatagorikan ekonomi relatif tinggi atau mampu,” kata Eva ditemui KalbarOnline.com dikediamannya Senin(5/10/2026)
Saya pun aneh juga dengan data dari Badan Pusat Statistik itu,, sedangkan kehidupan ekonomi rumahtangga saya saja beginilah adanya serta kurang mampu, harusnya saya ini masuk dikatagori desil lima, ungkapnya
“Saya sangat keberatan dengan desil sembilan itu. Dan saya meminta pihak Badan Pusat Statistik Kabupaten Kapuas Hulu dapat merubah serta mengganti desil sembilan menjadi desil lima,” ucapnya
Ketua RT 4/ RW 2 Pulau Sibau Kelurahan Putussibau Kota Ardiansyah Nurya meminta desil warganya atas nama Eva Triana dirubah atau diganti karena tidak sesuai dengan fakta dilapangan.
“Saat pendataan pada bulan Agustus 2026 tersebut, pihak BPS Kabupaten Kapuas Hulu melihat langsung kondisi rumah maupun kehidupan ekonomi warga yang bersangkutan layak atau tidak masuk ke desil sembilan,”ujarnya
Dan warga saya itu keliru jika dimasukan ke dalam Desil sembilan Untuk itu saya meminta dan berharap kepada Badan Pusat Statistik Kabupaten Kapuas Hulu untuk merubah desil warga yang bersangkutan dari desil sembilan ke desil lima, pungkasnya (Icg)
