Paus Leo XIV Desak Pembedaan Seni Manusia dan Karya Buatan AI


LONDON – Paus Leo XIV menyerukan pentingnya membedakan karya seni yang dihasilkan manusia dengan karya yang dibuat mesin di tengah perkembangan pesat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Di era kecerdasan buatan ini, membedakan seni manusia dari hasil karya mesin kini menjadi sangat mendesak,” tulis Paus Leo XIV melalui platform X, Jumat (2/10).

Paus Leo XIV menyoroti adanya perbedaan mendasar antara karya seni manusia dan hasil yang dibuat mesin melalui perhitungan statistik berdasarkan jutaan gambar yang sebelumnya dibuat manusia.

“Algoritma tidak memiliki sentuhan kemanusiaan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kemampuan teknologi AI yang dalam sejumlah kasus mampu menghasilkan karya yang sebelumnya dianggap sulit atau bahkan tidak mungkin dibuat oleh mesin.

Perkembangan tersebut juga memunculkan kekhawatiran di kalangan sejumlah pakar AI yang menyerukan agar pengembangan teknologi kecerdasan buatan dilakukan dengan lebih hati-hati serta diiringi aturan yang lebih ketat.

Sebelumnya, pada September lalu, Paus Leo XIV juga menekankan bahwa pengembangan kecerdasan buatan harus tetap menjunjung tinggi martabat manusia.

Menurut dia, teknologi AI semestinya diarahkan untuk memperkuat perdamaian serta dikembangkan dengan berlandaskan kebijaksanaan dan kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut menjadi bagian dari perhatian Paus Leo XIV terhadap dampak perkembangan teknologi AI terhadap kehidupan manusia, termasuk terhadap kreativitas dan karya seni.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *