JAKARTA – BMW R1300GS menjadi tunggangan dalam petualangan melintasi Mongolia melalui Mongol Desert Challenge Rally (MDCR) 2026. Selama tujuh hari berkendara, perjalanan ini menempuh jarak total 1.026,8 kilometer dengan kondisi medan yang beragam, mulai dari padang rumput, sungai, jalur berbatu hingga pasir.
MDCR 2026 merupakan kegiatan yang diselenggarakan Touratech Japan dengan konsep berbeda dari tur sepeda motor biasa. Peserta tidak menggunakan motor sewaan, melainkan membawa sepeda motor milik sendiri dari Jepang untuk digunakan menjelajahi Mongolia.
Sebanyak 18 pengendara mengikuti perjalanan tersebut. Salah satunya menggunakan BMW R1300GS yang telah dimodifikasi untuk menghadapi medan off-road Mongolia.
Motor tersebut dilengkapi engine crash bar, upper crash bar, hand guard, pelindung lampu depan dengan sistem quick release, tuas rem pendek, spion lipat untuk petualangan, pijakan kaki berukuran besar serta sejumlah pelindung lainnya.
Pelindung lampu depan juga dipasang untuk mengurangi risiko kerusakan akibat batu yang terlontar ketika motor melaju di medan berbatu.
Sebelum berangkat, peserta mengikuti tiga kali latihan di Jepang. Latihan tersebut bukan sekadar kegiatan persiapan atau ajang berkumpul, tetapi menjadi bagian penting dari proses seleksi peserta.
Materi latihan mencakup dasar berkendara off-road, menyeberangi sungai, melewati lumpur, menghadapi celah dan gundukan, medan berbatu hingga teknik keluar dari pasir. Peserta yang dinilai belum memiliki kemampuan berkendara yang memadai dapat dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk mengikuti perjalanan utama.

Salah satu latihan digelar di Sarushima, Prefektur Kanagawa. Di lokasi tersebut, pengendara BMW R1300GS berlatih menghadapi berbagai kondisi yang diperkirakan ditemui di Mongolia.
Bagi pengendara, salah satu tantangan terbesar bukan hanya ketika motor terjatuh, tetapi bagaimana mengangkat kembali motor berbobot besar tersebut. Di medan miring, posisi motor bahkan harus disesuaikan terlebih dahulu sebelum dapat diangkat.
BMW R1300GS yang digunakan dalam perjalanan ini juga memakai sistem Automated Shift Assistant atau ASA. Meski sistem tersebut tidak memungkinkan penggunaan setengah kopling untuk berkendara pada kecepatan sangat rendah, kondisi tersebut tidak menjadi masalah selama latihan maupun perjalanan di Mongolia.
Motor menggunakan ban off-road KING TYRE K82 dengan tekanan udara depan dan belakang 1,8 bar. Tekanan tersebut sengaja tidak dibuat terlalu rendah karena ada risiko pelek mengalami deformasi ketika melewati medan berbatu.
R1300GS juga menggunakan mode berkendara Enduro Pro dengan ABS dan kontrol traksi dimatikan.

Setelah seluruh rangkaian latihan selesai, motor dikirim lebih dulu ke Mongolia. BMW R1300GS tersebut dimasukkan ke dalam kontainer pada 25 Mei untuk persiapan perjalanan Agustus. Biaya pengiriman motor pulang-pergi telah termasuk dalam biaya tur.
Perjalanan utama dimulai pada 17 Agustus 2026. Dari hotel di Ulan Bator, peserta berangkat pukul 08.00 menggunakan bus menuju lokasi penyimpanan motor.
Setelah bertemu kembali dengan motor yang telah tiba lebih dulu melalui pengiriman kontainer, peserta melakukan persiapan sebelum mulai berkendara.
Untuk navigasi, peserta menggunakan aplikasi Guru Maps yang dapat digunakan tanpa koneksi internet dan memanfaatkan GPS untuk menunjukkan posisi. Setiap pagi setelah sarapan, data rute perjalanan dibagikan kepada para pengendara sebagai panduan.
Aplikasi Geographica juga digunakan untuk membantu tim penyelenggara memantau posisi seluruh peserta dan mengantisipasi kemungkinan pengendara keluar dari jalur.
Hari pertama diisi dengan perjalanan pengenalan sepanjang 130 kilometer. Begitu meninggalkan jalan beraspal, karakter perjalanan langsung berubah. Tidak ada lagi jalur yang benar-benar harus diikuti seperti pada perjalanan biasa.
Para pengendara dapat memilih garis masing-masing untuk melewati perbukitan dan padang rumput Mongolia.
Rute hari pertama juga membawa rombongan menyeberangi sungai. Meski air relatif dangkal, bagian dekat tepian sungai memiliki kedalaman berbeda sehingga pengendara harus menentukan jalur yang tepat untuk mencapai daratan.
Dalam salah satu kejadian, BMW R1300GS sempat terjatuh di sungai. Motor kemudian harus ditegakkan untuk mengeluarkan air yang masuk ke bagian penyaring udara.
Perjalanan hari pertama dilanjutkan menuju patung berkuda Jenghis Khan di Desa Erdene. Patung tersebut memiliki ketinggian 40 meter dan menjadi lokasi rombongan yang terdiri dari 18 peserta melakukan sesi foto bersama untuk kebutuhan dokumentasi perjalanan.
Setelah menempuh sekitar 130 kilometer, rombongan tiba di lokasi penginapan berupa ger pada sore hari. Meski telah menjalani perjalanan off-road, sejumlah peserta masih memiliki cukup tenaga untuk menikmati sungai yang berada di sekitar lokasi perkemahan.
Hari pertama tersebut menjadi awal dari perjalanan tujuh hari yang secara keseluruhan membawa BMW R1300GS menempuh 1.026,8 kilometer di wilayah Mongolia.
Rangkaian berikutnya mencakup perjalanan lebih jauh hingga 210 kilometer dalam satu hari, tantangan navigasi, medan pasir, perjalanan hingga 240 kilometer, serta perjalanan kembali menuju Ulan Bator melalui jalur aspal.
Perjalanan MDCR 2026 memperlihatkan bagaimana BMW R1300GS digunakan bukan hanya sebagai motor touring jarak jauh, tetapi juga menghadapi kondisi medan ekstrem yang menuntut kemampuan berkendara, persiapan kendaraan dan kerja sama antarpeserta.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
