
JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melepas 125 truk yang mengangkut 500 ribu keping genteng untuk mendukung Program Gentengisasi yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi gini, saya dengan Pak Ara Sirait datang ke sini, ini atas perintah Presiden Bapak Prabowo untuk gentengisasi,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Antara, Sabtu, 3 Oktober.
Pelepasan rombongan truk tersebut dilakukan di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (2/10).
Tito mengatakan Program Gentengisasi bertujuan mendorong penggunaan genteng pada rumah masyarakat sekaligus menggerakkan industri genteng dalam negeri.
Berdasarkan data yang dimilikinya, baru sekitar 57 persen rumah di Indonesia yang menggunakan genteng. Sementara itu, rumah lainnya masih menggunakan material seperti seng dan asbes.
Menurut Tito, genteng memiliki keunggulan dari sisi kenyamanan karena mampu menahan panas dan tidak menimbulkan suara bising ketika hujan. Penggunaan genteng juga dinilai sejalan dengan gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang kerap disampaikan Presiden Prabowo.
Selain aspek kenyamanan, penggunaan genteng tanah liat juga dinilai menjadi bagian dari karakter arsitektur Indonesia yang telah berkembang sejak lama.
“Bapak Presiden ingin agar rumah ini bagusnya dikasih genteng. Tahu enggak kenapa? Satu, adem. Bener nih, adem. Karena genteng tahan panas, tengah-tengahnya ada aliran udara dibanding seng,” ujarnya.
Dorong Industri Genteng
Tito menambahkan, Program Gentengisasi berpotensi meningkatkan permintaan terhadap produk genteng, khususnya dari daerah-daerah sentra produksi.
Ia menyebut Jawa Barat sebagai salah satu sentra produksi genteng terbesar, dengan sekitar 87 persen rumah di wilayah tersebut telah menggunakan genteng.
“Jadi, khusus Jawa Barat, banjirin Jawa Barat yang masih 13 persen belum menggunakan genteng. Banjirin lagi daerah-daerah sekitarnya, di Sumatera dan lain. Banjirin dari Purwakarta, nyebrang kirim genteng ke sana,” ungkapnya.
Menurut Tito, peningkatan permintaan genteng akan memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat, mulai dari produsen dan penjual genteng hingga sektor transportasi.
Terlebih, Menteri PKP Maruarar Sirait telah mendorong para pengembang untuk menggunakan genteng tanah liat pada rumah subsidi, rumah bantuan, dan program bedah rumah.
Tito berharap Program Gentengisasi dapat menggerakkan sentra-sentra produksi genteng di berbagai daerah, termasuk Purwakarta, Majalengka, Kebumen, dan Yogyakarta.
“Terima kasih kepada Bapak Ara Sirait yang sudah ‘memaksa-maksa’ developer untuk beli genteng. Dan terima kasih kepada Pak Prabowo yang punya ide dan perintahkan kita semua untuk membuat program ini,” tuturnya.
Dukung Program BSPS
Sebanyak 125 truk tersebut mengangkut genteng yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk didistribusikan ke sejumlah daerah di Jawa Barat.
Genteng yang diproduksi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, itu rencananya digunakan untuk mendukung program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Barat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri PKP Maruarar Sirait, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, Wakil Kepala BPKP Aryanto Wibowo, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Bupati Majalengka Eman Suherman, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
