Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri, Ketua KPK Berharap Sinergi Berantas Korupsi Makin Kuat



JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto berharap pergantian pucuk pimpinan Polri semakin menguatkan upaya pemberantasan korupsi.

Hal ini disampaikan Setyo usai Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri pada Kamis, 1 Oktober. Eks Kepala Badan Narkotika Nasional Nasional (BNN) itu menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang sekarang menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

“Mengucapkan selamat (atas pelantikannya, red). Semoga bisa sinergi dan kolaborasi untuk pemberantasan korupsi yang lebih baik,” kata Setyo kepada wartawan saat dihubungi wartawan, Jumat, 2 September.

Suyudi diketahui telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi III DPR RI. Secara aklamasi, ia disetujui sebagai Kapolri dan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI.

Setelahnya, Suyudi dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri menggantikan Listyo Sigit. Pada kesempatan yang sama, Komjen Wahyu Hadiningrat turut dilantik sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Dedi Prasetyo.

Sementara Listyo Sigit Prabowo mendapat jabatan baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Pengangkatan tersebut dilakukan dalam rangkaian pelantikan pejabat negara pada hari yang sama.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto berkomitmen memperkuat pelayanan publik dan penegakan hukum. Ia akan melakukan konsolidasi internal serta mengevaluasi program yang telah berjalan di tubuh Polri.

“Kita akan melaksanakan konsolidasi internal, kita akan melihat, kita akan mencoba belanja masalah dan juga akan melakukan langkah-langkah yang kami anggap penting menjadi prioritas kami,” kata Suyudi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 1 Oktober.

Namun, Suyudi belum merinci masalah apa saja yang akan menjadi prioritas pembenahan. Ia mengatakan langkah tersebut akan disesuaikan dengan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta grand strategy Polri.

Suyudi juga akan mengevaluasi program yang ditinggalkan Listyo. Program yang masih dapat dilanjutkan akan diteruskan, sedangkan bagian yang dinilai perlu dibenahi akan diperbaiki.

“Hal-hal yang mungkin masih bisa ditindaklanjuti dan yang masih perlu diperbaiki kita akan perbaiki,” ujarnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *