Rocky Gerung Sebut Wantimpres Bukan Pemadam Isu Harian, Harus Berani Ambil Jarak


JAKARTA – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rocky Gerung mengatakan Wantimpres tidak dibentuk untuk sibuk menjawab persoalan politik sehari-hari. Menurut Rocky, anggota dewan justru perlu mengambil jarak agar mampu membaca dampak dan arah kebijakan secara lebih jernih.

Rocky menyebut kemampuan mengambil jarak dari peristiwa konkret menjadi bagian penting dari tanggung jawab anggota Wantimpres.

“Pertanggungjawaban pertama adalah kemampuan untuk mengambil jarak dari peristiwa-peristiwa konkret,” kata Rocky di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 2 Oktober.

Menurut Rocky, Wantimpres bukan lembaga yang harus bereaksi terhadap setiap persoalan yang muncul dari hari ke hari.

“Dewan ini bukan untuk melayani pertanyaan-pertanyaan konkret harian. Diperlukan kontemplasi, diperlukan evaluasi, diperlukan bahkan kemampuan untuk berfantasi tentang masa depan republik,” ujarnya.

Rocky menggambarkan Wantimpres seperti oversight committee yang melihat persoalan dari sudut yang lebih luas.

Karena menyangkut kepentingan publik, kata Ricky, tugas tersebut membutuhkan keahlian, ketajaman membaca situasi, dan kemampuan melihat dampak kebijakan.

“Keahlian diperlukan, ketajaman naluri harus diandalkan,” katanya.

Menurut Rocky, Wantimpres juga perlu membaca perkembangan politik dan kebudayaan. Namun, tugas dewan bukan mengambil alih pekerjaan kementerian atau lembaga teknis.

Ia mengatakan persoalan teknis tetap menjadi wilayah pemerintah dan kementerian terkait.

Wantimpres, menurut Rocky, bekerja pada lapisan yang berbeda. Dewan memberikan pertimbangan mengenai arah kebijakan kepada Presiden.

“Dewan pertimbangan punya kedudukan etis, bukan teknis,” ujarnya.

Rocky merupakan salah satu dari anggota Wantimpres yang dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Jumat. Pratikno ditetapkan sebagai Ketua Wantimpres dan Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *