AS Diperkirakan akan Mengerahkan Tiga Kapal Induk, Dua Gugus Tugas Amfibi dan Marinir ke Timur Tengah


JAKARTA – Militer Amerika Serikat diperkirakan akan menempatkan tiga kapal induk dan dua Amphibious Ready Group (Gugus Tugas Amfibi Siap Tempur – ARG) tambahan – yang masing-masing membawa Marine Expeditionary Unit (MEU) – di Timur Tengah dalam beberapa minggu mendatang, menghadirkan konsentrasi kekuatan Angkatan Laut AS yang luar biasa besar, karena pasukan pengganti tiba sebelum unit yang ada saat ini bertolak meninggalkan wilayah tersebut.

Ketiga kapal induk tersebut adalah USS George Washington (CVN-73), USS George H.W. Bush (CVN-77) dan USS Theodore Roosevelt (CVN-71).

Kapal induk USS George Washington dan USS George H.W Bush saat ini berada di Laut Arab untuk mendukung operasi militer AS di Timur Tengah.

Sementara, kapal induk USS Theodore Roosevelt telah berangkat dari San Diego pada akhir pekan lalu untuk misi penempatan yang diperkirakan akan membawanya ke Timur Tengah, menurut para pejabat AS, kapal ini dijadwalkan untuk menggantikan posisi USS George Washington nantinya, dikutip dari Al Arabiya (2/10).

Periode tumpang tindih ini akan memberikan komandan AS akses terhadap tiga gugus tempur kapal induk beserta sayap udara yang dibawanya, sehingga secara signifikan memperluas kemampuan pesawat tempur, pertahanan rudal, dan serangan jarak jauh yang tersedia di kawasan tersebut dan sekitarnya.

Peningkatan kekuatan ini juga mencakup dua gugus tugas amfibi (ARG/MEU). Gugus Tugas Amfibi Siap Tempur Boxer, yang membawa Unit Ekspedisi Marinir ke-11, saat ini sudah beroperasi di Laut Arab. Gugus tugas ini terdiri dari USS Boxer, USS Comstock, dan USS Portland.

Sementara itu, Gugus Tugas Amfibi Siap Tempur Makin Island, yang membawa Unit Ekspedisi Marinir ke-13, telah berangkat dari San Diego pada tanggal 28 September, menurut keterangan seorang pejabat AS. Gugus tugas ini terdiri dari USS Makin Island, USS Anchorage dan USS John P. Murtha.

Satu unit MEU mencakup sekitar 2.200 personel Marinir dan Angkatan Laut, serta menghadirkan kemampuan tambahan di bidang penerbangan, pertempuran darat, dan respons krisis.

Konsentrasi kekuatan ini memiliki arti penting yang melampaui sekadar jumlah kapal. Secara gabungan, kekuatan kapal induk dan amfibi memberikan kapasitas lebih besar bagi AS untuk melancarkan serangan, melindungi pasukan AS dan mitranya, merespons ancaman terhadap pelayaran komersial, mengevakuasi warga sipil, atau mengerahkan pasukan Marinir ke darat dengan cepat saat terjadi krisis.

Kehadiran ini juga memberikan efek gentar yang nyata di tengah ketegangan yang terus berlanjut dengan Iran serta ketidakstabilan di wilayah lain di kawasan tersebut.

Peningkatan kekuatan ini bersifat sementara. Beberapa kapal yang baru tiba akan menggantikan pasukan yang sudah ditempatkan sebelumnya, dan kehadiran angkatan laut AS yang sangat besar ini akan berkurang seiring selesainya proses rotasi tersebut.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *