JAKARTA – Menteri Luar Negeri Armanatha Nasir menyatakan belum ada perkembangan baru mengenai keterlibatan Indonesia dalam International Stabilization Force (ISF) untuk Gaza. Pemerintah masih mengikuti pembahasan mekanisme kerja inisiatif tersebut.
“Masih sama, masih belum. Kita masih terus mengikuti perkembangan yang ada karena mereka sendiri juga masih melakukan perapian mekanisme kerjanya,” kata Armanatha di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 1 Oktober.
Armanatha menyampaikan hal itu seusai dilantik menjadi Menteri Luar Negeri menggantikan Sugiono.
Sikap serupa disampaikan ketika Armanatha ditanya mengenai perkembangan Board of Peace yang dikaitkan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Belum ada, masih kita terus mengikuti perkembangan yang sedang ada di sana,” ujarnya.
Armanatha tidak menjelaskan lebih jauh mengenai kapan pemerintah akan menentukan langkah terkait dua inisiatif tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, ia menegaskan politik luar negeri Indonesia tetap berpegang pada prinsip bebas aktif. Pergantian Menteri Luar Negeri, menurutnya, tidak mengubah dasar kebijakan tersebut.
Armanatha mengatakan situasi global saat ini memiliki dinamika yang tidak sederhana. Karena itu, pemerintah akan tetap memprioritaskan kepentingan nasional sekaligus berkontribusi menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan serta global.
“Tugas saya di sini adalah melanjutkan apa yang telah dijalankan oleh Bapak Sugiono,” katanya.
Salah satu agenda yang akan diteruskan adalah pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
