Ekonomi Kreatif Tumbuh 6,86 Persen, Gen Z dan Milenial Jadi Penopang Utama


JAKARTA – Ekonomi kreatif tumbuh 6,86 persen dengan nilai produk domestik bruto mencapai Rp1.757,87 triliun. Laju itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan sektor ekonomi kreatif juga semakin penting sebagai penyerap tenaga kerja, terutama dari kalangan muda.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang disampaikan Kementerian Ekonomi Kreatif, tenaga kerja di sektor ini didominasi milenial sebesar 36,63 persen dan generasi Z sebesar 26,40 persen.

“Selaras dengan Asta Cita, Ekraf sebetulnya berkontribusi dalam hal lapangan kerja untuk generasi muda dan menopang kelas menengah,” kata Riefky dalam Forum Redaksi & Aspirasi Media Ekraf atau FRAME di Jakarta, Rabu, 30 September.

Kementerian Ekraf menyebut capaian PDB ekonomi kreatif tersebut telah melampaui target RPJMN 2025 hingga 124 persen.

Riefky mengatakan pemerintah juga ingin memperkuat kekayaan intelektual atau intellectual property sebagai sumber nilai ekonomi sekaligus bagian dari diplomasi Indonesia.

Menurut Riefky, produk ekonomi kreatif yang dibawa ke luar negeri tidak hanya berupa seni dan budaya, tetapi juga kekayaan intelektual yang memiliki nilai komersial.

“Jadi, tidak hanya seni budayanya yang kita bawa keluar, tetapi juga IP dari ekonomi kreatifnya supaya memberikan nilai ekonomi yang menambah devisa negara,” ujarnya.

Agenda itu akan dibawa dalam The 5th World Conference on Creative Economy atau WCCE yang kembali digelar di Indonesia pada 2026.

Forum tersebut menargetkan lahirnya Jakarta Vision on Creative Economy dan mendorong ekonomi kreatif masuk lebih jauh dalam agenda pembangunan global setelah SDG 2030.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan WCCE 2026 akan melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media dan pemangku kepentingan lain melalui pendekatan heksaheliks.

“WCCE ini adalah untuk membawa resolusi ini ke United Nations. Selain itu, ini menjadi ajang di mana stakeholders akan berkumpul bersama dari government hingga bisnis,” kata Irene.

Menurut Irene, WCCE tidak hanya akan menggelar pertemuan pleno, tetapi juga pertemuan antarpemerintah.

Kementerian Ekraf juga menggelar FRAME dengan melibatkan 30 pimpinan media nasional untuk membahas arah kebijakan dan program pengembangan ekonomi kreatif.

Wakil Pemimpin Redaksi TV One Wahyu Kustyanto menilai ekonomi kreatif layak menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi karena tidak bergantung pada sumber daya alam yang terbatas.

“Kalau kreativitas itu tidak ada matinya, sementara kalau sumber daya alam ada habisnya. Jadi harusnya memang negara, pemerintah harus serius betul menggarap ekonomi kreatif ini,” ujarnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *