JAKARTA – Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkap 90 persen investasi hilirisasi berada di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM). Besarnya porsi itu menjadi alasan Bahlil tetap berkantor di Kementerian ESDM setelah merangkap dua jabatan.
Bahlil dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus tetap menjabat Menteri ESDM di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 1 Oktober.
“Kantornya akan tetap di Kementerian ESDM sambil kita melihat perkembangan. Karena saya melihat bahwa fokus kita kan hilirisasi, dari total investasi 100 persen, 90 persennya itu ada di sektor ESDM,” kata Bahlil.
\
Menurut Bahlil, Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi akan mengonsolidasikan program hilirisasi dan transisi energi yang masuk dalam Asta Cita pemerintahan Prabowo. Konsolidasi diperlukan untuk mempercepat pelaksanaan program.
“Kita tahu bahwa Bapak Presiden mempunyai program yang salah satu di antaranya dalam Asta Cita adalah tentang hilirisasi dan transisi energi, dan ini harus mampu kita konsolidasikan lewat Kemenko untuk bagaimana bisa melakukan percepatan eksekusi ke depan,” ujarnya.
Bahlil menjelaskan Kemenko yang dipimpinnya akan berperan sebagai koordinator. Sementara Kementerian Investasi dan Hilirisasi tetap menjadi kementerian teknis dan berada di bawah koordinasi Kemenko tersebut.
Namun, Bahlil belum merinci seluruh kementerian yang akan berada di bawah koordinasinya. Struktur itu masih menunggu aturan lebih lanjut.
“Nanti kita lihat Perpres-nya ya,” kata Bahlil.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
