Fresh Graduate Tetap Butuh Sertifikat Magang untuk Masuk Dunia Kerja


JAKARTA – Program magang dinilai tidak semestinya hanya dipandang sebagai kegiatan bagi pelajar atau mahasiswa, tetapi juga dapat menjadi salah satu jalur bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan memperluas akses ke dunia kerja.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam menilai, fresh graduate dan pencari kerja juga membutuhkan magang sebagai sarana memperoleh pengalaman praktik sebelum masuk ke dunia kerja.

“Sebenarnya magang itu bukan hanya terbatas untuk pelajar saja, pencari kerja pun membutuhkan magang. Magang itu sebenarnya latihan praktik, yang mungkin mereka nggak terima sama di sekolah atau di tempat lain,” ujar Bob dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 30 September.

Menurut Bob, pengalaman magang dapat memberikan kesempatan kepada seseorang untuk membuktikan kemampuan secara langsung sekaligus memperoleh sertifikat yang dapat menjadi modal ketika mencari pekerjaan.

“Ini adalah transisi dari orang yang tidak bekerja, sampai dia mendapatkan pekerjaan,” katanya.

Dia juga menilai kebutuhan magang tidak hanya berlaku bagi orang yang baru lulus sekolah atau kuliah.

Pekerja yang kehilangan pekerjaan dan hendak berpindah ke bidang pekerjaan berbeda juga membutuhkan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman praktik yang sesuai.

“Anak-anak kami ke depan itu sangat membutuhkan magang. Ya, mungkin dengan adanya magang justru tekanan terhadap ijazah itu bisa dikurangi,” tegas Bob.

“Karena dengan magang yang praktik mendapatkan sertifikat, dia bisa mendapatkan kesempatan kerja lebih luas sekali,” sambungnya.

Bob menilai, pengalaman praktik menjadi penting karena dunia kerja terus mengalami perubahan.

Karena itu, akses terhadap pelatihan dan magang perlu tetap tersedia agar pencari kerja dapat menyesuaikan keterampilan dengan kebutuhan pekerjaan.

Dia bilang, pembatasan magang hanya bagi kelompok tertentu berpotensi mengurangi kesempatan pencari kerja untuk memperoleh pengalaman sebelum masuk atau berpindah ke dunia kerja.

“Magang seharusnya menjadi bagian dari proses pengembangan tenaga kerja,” imbuhnya.

Dengan pendekatan tersebut, magang dapat ditempatkan sebagai salah satu instrumen untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi yang dimiliki pencari kerja.

Pengalaman praktik, keterampilan dan sertifikasi yang diperoleh selama magang dapat menjadi tambahan pertimbangan selain latar belakang pendidikan formal.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *