NAGEKEO – Sinar matahari dari langit Flores mulai terasa hangat ketika Antonius (73) tiba di Kantor Desa Lebolewa, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu pagi, 30 September.
Berjalan pelan, warga Desa Labolewa itu datang untuk mengikuti kegiatan bakti sosial bagi korban gempa Flores yang digelar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sekitar pukul 08.00 WITA, Antonius bersama ratusan warga lainnya telah memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan nomor antrean demi memperoleh pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan Kementerian ESDM.
Bagi Antonius, kesempatan tersebut bukan sekadar layanan kesehatan gratis, namun juga berarti dirinya tidak harus menempuh puluhan kilometer ke Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo untuk mendapatkan layanan medis.
“Senang e. Kalau tidak saya turun-naik berobat ke (RSUD) Aeramo. Sudah beberapa kali saya kontrol terus,” ujar Antonius.
Sehari-hari, Antonius bekerja sebagai petani. Namun, gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus lalu membuat kehidupannya berubah.
Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung mengalami kerusakan cukup parah.
Kepada wartawan, Antonius mengaku rumahnya yang baru selesai diplester ikut mengalami kerusakan.
Di tengah kondisi tersebut, Amtonius mengaku bantuan yang diberikan pemerintah menjadi sedikit penguat baginya untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Dia menerima bantuan sembako sekaligus mendapatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya secara gratis.
Bagi seorang lansia seperti Antonius, layanan kesehatan di lokasi kegiatan menjadi bantuan yang tak kalah penting.
Dia membutuhkan pemeriksaan dan kontrol kesehatan secara rutin setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit.
Biasanya, Antonius harus menuju RSUD Aeramo untuk mendapatkan pemeriksaan. Jarak dari Desa Labolewa ke rumah sakit tersebut sekitar 22,2 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 38 menit. Pagi itu, ia cukup datang ke Desa Lebolewa, mengambil nomor antrean, kemudian menunggu giliran bersama ratusan warga lainnya.
“Mau bagaimana lagi? Terima kasih karena sudah membantu kami,” sambung Antonius.
Kementerian ESDM Gelar Bakti Sosial
Sementara itu penyerahan bantuan dipimpin Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Penyelesaian Permasalahan Hukum Sektor ESDM selaku Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Rudy Sufahriadi. Bakti sosial dalam rangka Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 ini dipusatkan di tiga lokasi.
Dua lokasi berada di Kecamatan Aesesa, yaitu Desa Lebolewa dan Posko Utama Pengungsian Mbay di Kantor BPBD. Lokasi ketiga adalah Desa Ladolima, Kecamatan Keo Tengah.
Warga menerima 5.000 paket sembako, 5.000 paket layanan kesehatan, serta 300 paket selimut dan kelambu.
Untuk memenuhi kebutuhan listrik dan air bersih, Kementerian ESDM menyediakan 25 unit genset dan 21 unit toren air.
Di setiap lokasi, warga bisa memeriksakan kesehatan secara gratis. Tenaga medis dari Ditjen Mineral dan Batu Bara (Minerba), Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), dan Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) bekerja bersama Tim Relawan Tenaga Kesehatan Kabupaten Nagekeo.
“Kami membagikan sembako dan memberikan bantuan pemeriksaan kesehatan bagi warga. Semoga masyarakat dapat terbantu, kesehatan tetap terjaga, serta diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” ujar Rudy saat meninjau kegiatan di Desa Lebolewa pada hari pertama bakti sosial.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
