Anak Usaha Pelindo Dipangkas dari 41 Jadi 24, BP BUMN Masih Minta Dikurangi


JAKARTA – Perampingan Pelindo belum selesai. Jumlah perusahaan di lingkungan BUMN pelabuhan itu telah dipangkas dari 41 menjadi 24, tetapi BP BUMN masih meminta jumlahnya dikurangi.

Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan penataan tidak hanya menyangkut jumlah perusahaan. Model bisnis Pelindo juga akan dirombak agar lebih fokus menjadi operator pelabuhan.

“Menjadi 24. Tapi kami masih meminta untuk lebih sedikit lagi karena beberapa bisnis modelnya akan kita review juga,” kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 30 September.

Menurut Dony, selama ini banyak pelabuhan dikelola pihak ketiga, sementara Pelindo lebih banyak mengambil posisi sebagai pemilik atau landlord.

Model itu ingin diubah. “Kita mengharapkan Pelindo betul-betul menjadi perusahaan operator port yang baik,” ujarnya.

BP BUMN ingin Pelindo semakin banyak mengoperasikan sendiri pelabuhan yang berada dalam bisnisnya, bukan hanya menyediakan aset atau menyerahkan pengoperasian kepada pihak lain.

Targetnya bahkan tidak berhenti di dalam negeri.

Dony mengatakan Pelindo diharapkan memiliki kemampuan untuk mengoperasikan pelabuhan di luar Indonesia.

“Harapannya tidak hanya lokal saja, bahkan kalau bisa kita yang meng-operate port-nya orang di luar negeri. Ini yang kita ubah bisnis modelnya,” katanya.

Perubahan model bisnis tersebut menjadi bagian dari konsolidasi perusahaan negara yang sedang dilakukan BP BUMN.

Dony menargetkan keseluruhan proses konsolidasi BUMN dapat diselesaikan hingga akhir 2026.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *