JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Sarmuji meminta keran impor tidak dibuka terlalu bebas untuk produk yang sebenarnya mampu dibuat industri dalam negeri. Kebijakan perdagangan, menurut Sarmuji, harus ikut memberi ruang bagi industri nasional untuk tumbuh dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Sarmuji menempatkan pertumbuhan industri dan penciptaan lapangan kerja sebagai dua pekerjaan utama setelah dilantik menjadi Menteri Perindustrian.
“Perindustrian itu adalah kementerian yang menjadi leverage bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan lapangan kerja. Dan itu kita pasti akan concern pada dua hal itu,” kata Sarmuji di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 1 Oktober.
Perhatian terutama akan diarahkan kepada industri padat karya. Sarmuji menyebut tekstil dan alas kaki sebagai dua sektor yang perlu mendapat perhatian serius karena menyerap banyak pekerja.
Namun, ia mengakui Kementerian Perindustrian tidak bisa bekerja sendirian. Kebijakan industri bersinggungan langsung dengan investasi, insentif fiskal hingga perdagangan.
Dengan Kementerian Investasi, koordinasi diperlukan karena investasi berada di bagian hulu. Sementara Kementerian Keuangan akan diajak membahas insentif untuk mendorong industri tumbuh lebih tinggi.
Untuk urusan perdagangan, Sarmuji secara khusus menyoroti impor.
“Kementerian Perdagangan kita juga harus ngomong, jangan sampai impor terlalu bebas, untuk industri yang bisa dikerjakan di dalam negeri,” ujarnya.
Sarmuji belum memerinci komoditas atau produk yang menurutnya perlu dikendalikan impornya. Ia juga belum menjelaskan bentuk insentif yang akan diminta kepada Kementerian Keuangan.
Sarmuji mengatakan dirinya baru mendapat kepastian mengenai penunjukan sebagai Menteri Perindustrian pada Kamis pagi melalui Sekretaris Kabinet. Ia bahkan mengaku belum bertemu Presiden sebelum penunjukan tersebut dan belum menerima arahan khusus.
Ketika ditanya apakah terkejut dengan penunjukannya menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita, Sarmuji menjawab singkat.
“Tangan saya masih dingin nih,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan pekerjaan pertamanya adalah mendorong sektor industri tumbuh lebih besar untuk menopang ekonomi dan membuka lapangan kerja.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
