Lukman Sardi Nervous Adu Akting dengan Lydia Kandou di Kuasa Gelap: Perjanjian Darah


JAKARTA – Aktor watak Lukman Sardi kembali memerankan Romo Rendra dalam sekuel Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Di balik ketegangan film eksorsisme ini, Lukman mengaku memetik refleksi spiritual yang mendalam.

Lukman menyebut setiap keterlibatannya dalam sebuah proyek selalu memberi proses personal baru, terutama tentang kekuatan iman dan kepasrahan kepada Tuhan.

“Di sini kan kita bicara tentang bagaimana kekuatan iman, tentang kasih, tentang bagaimana mau di mana pun juga, kuasa Tuhan adalah yang paling berkuasa gitu,” ucap Lukman Sardi di kawasan Jakarta Selatan, Senin, 28 September.

Baginya, pesan moral dalam film ini memberikan dampak nyata pada perjalanan kehidupan pribadinya sehari-hari.

“Buat saya personal, ini membuat saya semakin berserah, semakin mengandalkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan saya. Nah, itu yang sangat personal buat saya sih,” jelas Lukman.

Saat ditanya mengenai momen paling berkesan, Lukman tanpa ragu memilih adegan perbincangannya dengan tokoh Suster Aloysia, yang diperankan oleh Lydia Kandou, di atas jembatan sebagai adegan favoritnya.

“Itu juga salah satu scene favorit saya sih. Satu, bisa satu scene bersama Tante Lydia Kandou tuh sesuatu yang luar biasa buat saya,” ungkapnya.

Meski sudah berstatus sebagai aktor papan atas, Lukman mengaku sempat merasa gugup ketika harus berhadapan langsung dengan aktris legendaris tersebut di depan kamera.

“She is one of the legend dan dia orang yang sangat luar biasa lah. Pokoknya kalau waktu itu saya ngalamin syuting tuh dari awal sebenarnya saya udah lumayan nervous,” aku Lukman secara blak-blakan.

Rasa gugup itu muncul karena adegan tersebut sarat akan makna mendalam yang mempertemukan dua karakter dengan ikatan batin yang sangat kuat.

“Nervous banget karena itu sebuah scene yang mungkin kelihatannya biasa aja, tapi it’s so meaningful. Bagaimana pembicaraan antara Romo Rendra dan Suster Aloysia yang memang apalagi Suster Aloysia itu sudah sangat mengenal Romo Rendra itu seperti apa,” tuturnya.

Lukman menilai adegan di jembatan tersebut sangat penting untuk memperlihatkan sisi manusiawi seorang pemuka agama yang juga bisa berada di titik rapuh.

“Nah ini kan kita gambarin juga bahwa Romo itu seorang manusia biasa yang dia perlu dikuatkan juga,” tegas Lukman.

Peran Suster Aloysia menjadi jangkar emosional yang menguatkan Romo Rendra dalam menghadapi badai kuasa gelap.

“Dan itu dia dapat dari karakter Suster Aloysia yang dianggap sudah sebagai ibunya dia,” lanjut aktor peraih Piala Citra tersebut.

Terkait chemistry dengan lawan main lainnya, Lukman berseloroh bahwa kebersamaan intens di lokasi syuting membuat hubungannya dengan Jerome Kurnia terbentuk secara alami.

“Kita selalu bareng. Mau tahu aja. Jadi Jerome lagi syuting, saya bareng. Ya iya, kita syuting bareng, enggak mungkin pisah-pisah,” canda Lukman memancing tawa penonton.

Film karya Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment ini juga dibintangi oleh Lukman Sardi, Jerome Kurnia, Febi Febiola, Ferry Salim hingga Lydia Kandou. Film ini akan mulai tayang pada 8 Oktober mendatang.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *