JAKARTA – Harga minyak dunia kembali menguat pada Selasa, 29 September, meski Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan membuka kembali komunikasi melalui mediator. Pasar masih dibayangi kekhawatiran konflik Timur Tengah akan berlangsung lebih lama dan mengganggu pasokan energi.
Menurut CNBC, dikutip Selasa, 29 September, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik 1,22 persen menjadi 106,56 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) AS menguat lebih dari 1 persen menjadi 93,57 dolar AS per barel.
Kenaikan tersebut memperpanjang penguatan harga minyak selama dua hari berturut-turut. Perkembangan diplomasi AS-Iran kini menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar.
AS dan Iran dilaporkan melakukan pembicaraan secara terpisah dengan para mediator sebagai bagian dari upaya terbaru mengakhiri konflik.
Al Jazeera, mengutip Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, menyebut Teheran telah mengadakan pembicaraan tidak langsung dengan Washington melalui mediator Qatar di New York.
Analis pasar senior VT Markets Dubai Mahmoud Mashal mengatakan perkembangan komunikasi kedua negara akan menjadi perhatian pasar. Para mediator regional juga tengah mendorong dimulainya perundingan gencatan senjata.
Menurut Mashal, kemajuan berarti dalam perundingan berpotensi menekan harga minyak.
Namun, kekhawatiran terhadap pasokan energi belum mereda. Mashal menyoroti kembali meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang berisiko mengganggu infrastruktur energi serta kelancaran pengiriman minyak di Timur Tengah.
Perhatian pasar juga tertuju pada Selat Hormuz. Sebelum perang, jalur pelayaran tersebut dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Ketidakpastian mengenai pembukaan kembali selat itu masih berlangsung setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal bersyarat Iran pada Sabtu, 26 September.
Menurut laporan CNBC, Trump juga mengatakan kepada para penasihatnya bahwa ia memperkirakan pengeboman terhadap Iran akan dilanjutkan setelah pemilu paruh waktu AS pada November.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
